Murid SDN Tuban, Terpaksa Belajar Di Garasi Akibat Ruang Kelas Terancam Ambruk

Suasana Belajar Di Garasi Sekolah

Lombok Tengah, flashlombok.com – Tiada rotan akarpun jadi. Itulah pepatah yang diadopsi para siswa dan guru di Sekolah Dasar Negeri Tuban, Desa Segala Anyar, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.

Kuatir ruang kelas roboh karena kondisinya yang rusak parah dan terancam ambruk, siswa terpaksa diungsikan belajarnya ke garasi sekolah, agar proses belajar mengajar tetap berjalan normal. Para siswa pun tetap antusias mengikuti mata pelajaran, dengan kondisi tempat belajar apa adanya, dengan hanya beratap seng  untuk berteduh.

Selain ungsikan muridnya belajar di garasai sekolah, puluhan siswa lainnya juga terpaksa harus ditumpuk di ruang perpustakaan untuk sementara waktu, mengingat murid  kelas enam sudah mendekati masa ujian, jadi mereka harus  tetap belajar sesuai jadwal pelajaran.

Para murid sekolah dasar ini diungsikan ke luar ruang belajar  untuk mengikuti pelajaran karena sudah tidak ada alternatif  lain yang bisa digunakan agar proses belajar mengajar tetap berlangsung. Sementara ruang kelas yang biasa mereka gunakan, sejak setahun terakhir kondisinya makin parah, dan sudah tinggal menunggu waktu saja untuk ambruk.

Jika bersikeras untuk tetap menggunakan ruang belajar yang  rusak parah itu, dikuatirkan akan roboh dan dapat mengamcam keselamatan murid  dan guru, jika saja  bangunanya roboh pada saat jam pelajaran berlangsung.

Kepala Sekolah Dasar Negeri Tuban,  Wirabakti, menjelaskan, kondisi ruang belajar yang rusak parah itu, selama ini ditempati murid kelas lima dan kelas enam. Dan kerusakan sudah berlangsung cukup lama. Namun rusak parah dan kondisi bangunan makin memprihatinkan sejak setahun  terakhir, sehingga pihak sekolah mengambil kebijakan untuk tidak digunakan lagi, karena kuatir akan ambruk pada saat proses belajar  mengajar berlangsung.

Para murid dan guru di SDN Tuban berharap, agar pemerintah daerah Lombok Tengah, memperhatikan nasib sekolah mereka  dan sekolahnya bisa diperbaiki, dengan demikian para murid dan guru dapat menjalani proses belajar mengajar dengan normal dan nyaman. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *