Tahun Depan  Festival Tunas Bahasa Ibu Akan Digelar Tingkat Nasional

Mataram, flashlombok.com – Kepala Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra, Imam Budi Utomo, Festival Tunas Bahasa Ibu berhasil dilaksanakan karena adanya sinergi dan kolaborasi pusat dan daerah, khusus Provinsi dan Kabupaten Kota, karena sudah menjadi tugas di pundak Provinsi, Kabupaten Kota, yang diamanatkan dalam undang-undang.

Khusus yang berkaitan dengan Bahasa dan Sastra, termasuk Kantor Bahasa memiliki kewajiban untuk pengembangan dan perlindungan Sastra dan Bahasa Daerah. Karena daerah memiliki kewajiban pengembangan dan pelindungan Bahasa dan Sastra di daerah masing-masing.

Pemerintah Pusat memiliki kewenangan untuk memfasilitasi upaya yang dilakukan pemerintah daerah untuk perlindungan bahasa dan sastra. Daerah juga memiliki kewenangan untuk Perlindungan Bahasa dan Sastra sebagai sinergi Pusat dan Daerah yang harus dilaksanakan.

Revitalisasi daerah yang puncaknya berupa Festival Tunas Bahasa Ibu ini, sebagai wujud kolaborasi antara pusat dan daerah, yang diamanatkan oleh peraturan pemerintah, no 57 tahun 2014.

Bentuk kerjasama yang sudah terjalin selama ini,  agar lebih ditingkatkan, dan lebih erat lagi, tidak saja dengan Kantor Bahasa tapi dengan upt lainnya juga.

Festival Tunas Bahasa Ibu dilaksanakan secara berjenjang dari tingkat sekolah, tingkat Kecamatan, Kabupaten dan Provinsi. Tahun depan rencananya akan dilaksanakan Festival semacam ini secara Nasional.

Perlu diapresiasi, selebrasi dan merayakan kemenangan terhadap eksistensi Bahasa Daerah, karena semua adalah jawara Bahasa Daerah.

Upaya melindungi Bahasa Daerah, dilakukan dengan berbagai cara, dengan Pemetaan Bahasa, Vitalitas Bahasa, Konservasi Revitalisasi dan Registrasi Bahasa dan Sastra, termasuk melalui Festival Tunas  Bahasa Ibu.

Untuk memperkuat perlindungan Bahasa Daerah, Kantor Bahasa NTB, telah melaksanakan tahapan, seperti Rapat Koordinasi, Pelatihan Guru Master, Pengimbasan, Pemantauan, Evaluasi dan Festival Bahasa Ibu.

Festival Tunas Bahasa Ibu bertujuan untuk menggelorakan kembali Bahasa Daerah dalam kehidupan sehari-hari, dan meningkatkan jumlah pemuda penutur Bahasa Daerah dengan mengedepankan berbasis sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *