Ketua Dewan Hakam STQH : Alhamdulillah Semua Berjalan Lancar

Mataram, flashlombok.com – Ketua Dewan Hakam STQH XXVII Provinsi NTB Tahun 2023, DR Zaidi Abdad, menjelaskan, pelaksanaan STQH di semua Majelis, mulai dari majelis satu sampai majelis lima berjalan lancer tanpa kendala. Semua dewan hakam yang bertugas dan qori qoriah yang mengikuti lomba datang tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia.

DR Zaidi Abdad menjelaskan,  dalam STQH ini, ada beberapa cabang yang dilombakan,  cabang tilawah, cabang  tafsir, tahfiz dan hadist.  ‘’Jadi tiga cabang ini masing-masing di tilawah itu,  ada golongan anak-anak dan dewasa, tidak ada golongan remaja,’’ jelas Ketua Dewan Hakam, saat meninjau pelaksanaan lomba kepada media ini, Selasa 20 Juni 2023.

Ditambahkan, ada juga  satu juz tilawah dan lima  juz tilawah. Masuk dalam kolaborasi tilawah dan tahfiz, jadi dua sisi yang dimainkan bersama. Yang kedua ada tahfid dimulai dari sepuluh juz, dua puluh juz dan tiga puluh juz. Ada tiga golongan untuk bidang tahfid ini.

‘’Alhamdulillah dari peserta sepuluh kabupaten kota ini tentu juga cabang-cabang ini bisa diikuti secara keseluruhan,’’ katanya.

Khusus untuk cabang tafsir, yaitu tafsir bahasa arab, tapi dengan syarat juga harus menguasai tiga puluh juz. ‘’Jadi kalau MTQ itu bahasa Indonesia dan tafsir bahasa inggris, tapi untuk STQH tidak ada. Jadi untuk STQ hanya tafsir bahasa arab,’’ sebutnya.

Tafsir bahasa arab ini, tentu tidak bisa diikuti oleh seluruh kabupaten kota, karena memang sangat terbatas. Karena di samping mereka harus hafal tiga puluh juz, mereka juga harus  memahami tentang tafsirnya, terutama harus bisa berbahasa arab, sehingga  peserta tidak penuh dari semua kabupaten kota, yang ikut hanya tujuh orang peserta.

Dijelaskan  Zaidi Abdad, kemudian ada hadist, jadi untuk STQH ini, yang seratus dan ada yang lima ratus. Seratus yang bersanad dan lima ratus tidak bersanad. ‘’Alhamdulillah ini juga sudah berjalan, bahkan sore tadi untuk hadist ini sudah selesai dilaksanakan,’’ jelasnya.

Zaidi Abdad menambahkan, kriteria penilaian, dalam STQH ini sistim penilaiannya sama dengan MTQ. Jadi kalau dalam bidang tilawah  yang dinilai adalah ada empat komponen, yang pertama  suara, kemudian tajwid, fasoha dan ada lagu.

Jadi ada empat komponen ini menjadi parameter penilaian. Di bidang tahfid juga begitu, ada bidang tahfid, ada bidang fasoha dan bidang tajwid, tapi tidak ada penilaian bidang lagu, karena  irama masuk dalam katagori fasoha.

Demikian juga di bidang hadis, hadis itu penilaian masih merujuk pada penilaian seperti MTQ,  jadi ada juga bidang kebenaran bacaan, seperti mahrod ada sifatul huruf, fasoha. Dan kedepannya kemungkinan ada perubahan sistem penilaian, seperti  kebenaran dalam riwayat, dalam mantan sanad dan seterusnya. Namun hal ini akan dilakukan salam STQH tahun 2024 mendatang. Dan tahun ini masih mengacu pada aturan STQH tahun 2020, bahwa di situ masih mengacu pada  Fasoha, tajwid dan sifatu huruf dan seterusnya.

‘’Untuk STQH ini menggunakan sistim gugur. Jadi bukan seperti MTQ yang ada babak penyisihan, babak final, kalau di STQH ada langsung finalis,’’ tegasnya.

Jumlah dewan hakam yang diterjunkan untuk masing-masing majelis, untuk satu majelis di arena utama, taman sangkareang,  di sana untuk  cabang tilawah anak-anak dan dewasa, pelaksanaannya pagi dan malam hari, tidak ada di siang harinya.

Kemudian majelis dua di masjid polda, majelis tiga di lingkar pratama. Dan di sandubaya itu ada lomba hadist, di sekarbela  untuk 30 juz. Dan masing-masing majelis juga sudah ditunjuk penanggungjawabnya, untuk memudahkan koordinasi dengan dewan hakam lainnya, jika ditemukan ada kendala.

Ketua dewan hakam bersyukur, STQH ini mendapat respon positif masyarakat, bahkan sejak acara pembukaan begitu mendapat antusias masyarakat, ini menandakan memiliki nilai positif pesan moral tentang al qur’an.

Dan alhamdulillah dalam perjalanan pelaksanaan STQH ini,  berjalan dengan baik dan lancar, bahkan  wakil wali kota juga turut menyaksikan langsung pelaksanaan di masing-masing majelis, sehingga menjadi motivasi bagi seluruh peserta untuk lebih semangat mengikuti lomba.

‘’Kami berharap kepada warga masyarakat Mataram pada khususnya dan NTB pada umumnya, bisa menyaksikan langsung pada malam final, juara qori dan qoriah STQH NTB tahun 2023, di lapangan sangkareang pada malam penutupan nanti.’’ pungkasnya. (KM20/RED).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *