Sampah Tuntas Tanpa Polusi, Butuh Sehari Saja Di Kota Mataram

Mataram, flashlombok.com – Tempat Pembungan Sampah Terpadu (TPST) Sandubaya akan segera direalisasikan pada bulan Agustus 2023. Lahan seluas 53 are milik Pemerintah Kota Mataram akan mulai dilelang pada bulan Maret ini.
Hal ini disampaikan Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana saat meninjau lokasi TPST yang berlokasi di Kelurahan Mandalika Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram.
“Di bulan Maret sudah dimulai lelang, dan Insya Allah dibulan Agustus sudah mulai pembangunan. Hari ini kita lakukan pengecekan lokasi, kemudian juga untuk melihat status lahan, ini penting bagi mereka untuk memastikan bahwa lahan ini memang milik pemkot dan sudah kita tunjukkan sertifikatnya, sudah clear and clean.” Tegas Wali Kota.
Dalam peninjauan lokasi TPST ini, Walikota didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram H Kemal Islam, Camat Sandubaya Hanny Suyasih dan Perwakilan Badan pertanahan Nasional Kota Mataram.
Walikota menjelaskan, total anggaran untuk pembangunan TPST Sandubaya ini mencapai Rp 25 Miliar yang nantinya akan dilengkapi dengan peralatan yang menggunakan teknologi modern.
“Anggaran 25 Miliar, jadi bukan hanya dalam bentuk bangunan, tapi juga sarana pendukungnya termasuk disitu juga ada konvektor dan ada excavator, dan kelengkapan kebersihan sampah. Penanganan sampah ini tentu akan sangat memberikan dampak, dengan menejemen penanganan sampah secara lebih modern dengan pendekatan teknologi.” jelasnya.
TPST kemudian dijelaskan secara detail oleh konsultan project, dari CV. Momen Estetika Konsultan, Fakihi. Dijelaskan bahwa sampah yang dikelola, akan langsung diproses habis dengan mesin, dengan estimasi pengerjaan, kapasitas sampah 40 ton akan habis diselesaikan kurang dari 24 jam, tanpa meninggalkan polusi, karena mesin menggunakan tenaga listrik.
Sampah yang masuk ke TPST Sandubaya, akan dikelola menggunakan pemilah sampah otomatis dengan mesin back opener, yang memiliki kemampuan pilah sampah organik dan non organik. Proses ini akan memudahkan sampah jenis organik dibuat menjadi kompos dan pakan maggot, sementara sampah non organik akan dimasukan ke mesin pirolisis.
Rencana kedepannya, TPST Sandubaya ini secara khusus akan digunakan untuk penanganan sampah dari dua kecamatan, yakni Kecamatan Sandubaya dan Kecamatan Cakranegara. (Red)
