Kades Ungga Didemo, Diduga Lecehkan Istri Orang Di Medsos

Lombok Tengah, flashlombok.com – Warga Desa Ungga, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah, berunjuk rasa di Kantor Desa setempat, menuntut kepala Desa untuk melakukan sumpah pocong dan mundur dari jabatannya, karena diduga melakukan pelecehan seksual terhadap salah seorang warganya melalui media sosial WhatsApp.
Aksi unjuk rasa ini sempat ricuh, karena pengunjuk rasa berusaha mendobrak pintu gerbang Kantor Desa untuk menemui Kepala Desa, namun dihalau oleh aparat kepolisian yang memagar betis pintu masuk Kantor Desa.
Pengunjuk rasa pun nekad memanjat pagar pintu gerbang dan menerobos masuk untuk menemui kepala desa, dan masa pun akhirnya berhasil mendobrak pintu gerbang dan berhasil masuk untuk berdialog dengan Kepala Desa.
Dalam orasinya pengunjuk rasa mengatakan, telah terjadi pelecehan seksual melalui chat di media sosial WhatsApp, dimana salah seorang warga Desa Ungga yang saat ini sedang bekerja sebagai buruh migran di Arab Saudi, mengaku telah dilecehkan melalui chat WhatsApp, dimana sang Kades diduga meminta dikirimi foto telanjang sang tki tersebut. Tidak terima dengan pelecehan tersebut, kemudian dia laporkan pada suaminya yang ada di Lombok.
Pengunjuk rasa menuntut Kepala Desa Ungga untuk melakukan sumpah pocong untuk membuktikan kebenaran dari chat di media sosial tersebut, atau Kepala Desa mundur dari jabatannya karena dinilai telah merusak moral Desa Ungga.
Kepala Desa Ungga, Suasto, membantah tudingan pengunjuk rasa tersebut, dan mengaku bahwa nomor HP yang dituduhkan miliknya itu sudah lama tidak digunakan dan menolak untuk dilakukan sumpah pocong.
Persoalan ini diserahkan ke aparat kepolisian untuk proses lebih lanjut. ‘’Kasus ini saya serahkan ke tim cybercrime polisi untuk diselidiki penyebab munculnya kasus ini’’ jelasnya kepada wartawan. (Red)
