Isu Anak Muda Meresahkan Viral di Medsos, Polisi Gandeng Tokoh Agama Redam Kekhawatiran Warga

Mataram, flashlombok.com – Maraknya pemberitaan di media sosial aksi sekelompok anak muda yang dinilai meresahkan masyarakat, mendapat respons cepat dari jajaran kepolisian. Dan untuk mencegah keresahan berkembang menjadi konflik, Polresta Mataram bersama Polsek Mataram turun langsung melakukan Penggalangan dan Silaturahmi (Galsila) di Lingkungan Petemon, Kelurahan Pagutan Timur, Rabu malam (9/9/2026).
Kasat Intelkam Polresta Mataram Kompol Syarippudin Zohri, S.H., didampingi personel Polsek Mataram menyambangi sejumlah tokoh masyarakat untuk meluruskan informasi yang berkembang sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
Kapolsek Mataram AKP Amrozi Hamidi, S.H., mengatakan kehadiran kepolisian merupakan bentuk kepedulian sekaligus tindak lanjut atas keresahan warga yang muncul akibat informasi yang beredar di media sosial.
“Kami hadir mendampingi Bapak Kasat Intelkam Polresta Mataram untuk menemui Tokoh Agama sekaligus Penghulu Lingkungan Petemon, Ustadz H. Mansup. Tujuannya adalah mengajak para tokoh untuk bersama-sama meredam warga agar tidak mudah terhasut oleh berita yang belum pasti kebenarannya,” ujar AKP Amrozi.
Dalam pertemuan tersebut, kepolisian meminta dukungan tokoh agama untuk membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak mudah terpancing emosi, terlebih sampai melakukan tindakan main hakim sendiri.
Polisi juga mengingatkan masyarakat agar setiap informasi yang beredar di media sosial terlebih dahulu dipastikan kebenarannya. Masyarakat diminta menyerahkan penanganan apabila terdapat dugaan pelanggaran hukum kepada pihak kepolisian.
Respons positif datang dari Ustadz H. Mansup. Ia mengapresiasi langkah cepat kepolisian yang turun langsung menemui tokoh masyarakat di tengah keresahan warga.
Sebagai tokoh agama sekaligus tokoh masyarakat, Ustadz H. Mansup menyatakan kesiapan untuk mendukung program Polri dalam menjaga keamanan lingkungan. Ia juga akan mengajak para orang tua meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan putra-putri mereka sebagai langkah pencegahan kenakalan remaja.
Dalam pertemuan tersebut, Ustadz H. Mansup turut menyampaikan harapan agar edukasi kamtibmas dapat diberikan langsung oleh kepolisian melalui kegiatan keagamaan, salah satunya saat pelaksanaan Shalat Jumat.
Aspirasi tersebut langsung mendapat respons positif dari kepolisian. AKP Amrozi Hamidi mengatakan pihaknya akan meneruskan usulan tersebut kepada pimpinan Polresta Mataram.
“Aspirasi warga sudah kami tampung dan akan segera ditindaklanjuti ke pimpinan Polresta Mataram untuk melaksanakan program Safari Jumat. Melalui mimbar Jumat nanti, personel akan memberikan imbauan kamtibmas dan edukasi langsung kepada jamaah,” tambah AKP Amrozi.
Melalui sinergi antara kepolisian dan tokoh agama, diharapkan keresahan masyarakat dapat diredam sekaligus mencegah munculnya tindakan yang justru memperkeruh situasi. Kepolisian juga terus mendorong masyarakat untuk mengedepankan komunikasi, tidak mudah terprovokasi, dan bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. (mtr09/r01).
