Pelayanan Publik Inklusif dan Ramah Sahabat Disabilitas, BBPOM Mataram Gelar FGD
Mataram, flashlombok.com – Kepala BBPOM di Mataram, Yosef Dwi Irwan menekankan bahwa informasi dan edukasi mengenai Obat dan Makanan aman merupakan hak setiap warga negara, termasuk kelompok disabilitas.
Pemenuhan hak tersebut merupakan bagian dari upaya perlindungan masyarakat dari risiko peredaran Obat dan Makanan yang tidak memenuhi syarat keamanan, mutu, dan manfaat.
“Saya berharap dapat membentuk duta atau fasilitator informasi Obat dan Makanan Aman dari sahabat disabilitas, sehingga pesan edukasi dapat tersampaikan lebih luas, lebih inklusif, dan lebih mudah dipahami oleh komunitas disabilitas,” kata Yosef pada acara Focus Group Discussion (FGD) bersama perwakilan organisasi disabilitas bertempat di Aula BBPOM Mataram.
“Bagi sahabat disabilitas yang memiliki usaha di bidang pangan olahan, kami siap dampingi untuk dapat naik kelas dengan memiliki izin edar BPOM. Tidak usah ragu, izin edar BPOM Mudah, Terjangkau dan Terukur,” kata Yosef.
Pihaknya akan sangat bangga jika ada usaha dari rekan-rekan disabilitas yang didampingi mendapatkan izin edar BPOM, tentunya akan berkolaborasi dengan stakeholder lainnya untuk dukungan permodalan dan pemasaran.
“Ini merupakan upaya kami dalam mendukung peningkatan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi bagi para sahabat disabilitas” pungkas Yosef
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bersama perwakilan organisasi disabilitas bertempat di Aula BBPOM Mataram.
Kegiatan yang mengusung tema “Melayani Sepenuh Hati, Merangkul Tanpa Tepi” ini bertujuan untuk menggali masukan terkait aksesibilitas informasi, edukasi, serta mekanisme pengaduan dalam pengawasan obat dan makanan, sekaligus memperkuat dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi kelompok disabilitas.
Ketua DPD Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) NTB, Topan Mars Arifin, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada BBPOM Mataram atas inisiatif menghadirkan pelayanan publik yang inklusif.
BBPOM Mataram dinilai telah mengambil langkah nyata dengan menyediakan standar layanan dan fasilitas yang ramah akses bagi penyandang disabilitas.
Ia juga menyampaikan harapan agar seluruh instansi pemerintah di Nusa Tenggara Barat dapat mencontoh langkah BBPOM Mataram, dengan melibatkan organisasi disabilitas dalam merumuskan layanan publik yang lebih responsif dan ramah disabilitas.
Selain diskusi, pada kegiatan ini juga disampaikan materi mengenai obat dan makanan aman. Materi tersebut diberikan untuk meningkatkan pemahaman peserta terkait ciri-ciri produk obat dan makanan yang memenuhi standar keamanan, serta langkah yang dapat dilakukan dalam melindungi diri dan keluarga dari produk yang berisiko terhadap kesehatan.
Perwakilan perhimpunan disabilitas menyampaikan antusiasme dan menilai kegiatan ini sangat penting. Mereka mengungkapkan bahwa informasi terkait keamanan obat dan makanan masih sangat terbatas di kalangan penyandang disabilitas, sehingga keberadaan kegiatan sosialisasi seperti FGD ini sangat bermanfaat.
Para peserta berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin di komunitas mereka, sehingga kesadaran akan pentingnya keamanan obat dan makanan semakin meningkat dan dapat dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat. (mtr10/r01).
