Festival Rinjani, Merawat Kebudayaan Turun Temurun di Bayan

Lombok Utara, flashlombok.com – Festival Rinjani perlu diberikan perhatian khusus dalam aspek pendampingan, agar kebudayaan di Desa Loloan tetap terawat, agar kebudayaan yang sudah turun temurun tidak tergerus perkembangan zaman.
‘’Kita harus miliki jati diri kita. Jangan terpengaruh budaya luar. Bayan khususnya, tetap menjadi tempat belajar tradisi kebudayaan di NTB,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB Dr. Aidy Furqon, M.Pd., mewakili Penjabat Gubernur pada penutupan Festival Rinjani V di Desa Loloan .
Ditambahkan, khusus warga Loloan, terutama generasi muda, Generasi Z dan Generasi Milenial (Gen ZMile), agar memanfaatkan teknologi seperti platform media sosial untuk mempromosikan potensi desa dan daerah dan kenalkan budaya.
“Sayang sekali, jika potensi budaya dan landscape Loloan yang sunsetnya indah tidak terekspose dunia luar. Mari kenalkan desa kita budaya kita, misalnya lewat Tik Tok, Instagram atau Youtube,” ujarnya.
Koordinator Media Event Festival Rinjani V Jatisvara, menambahkan, terselenggaranya festival ini, karena melihat perkembangan isu, antusiasme serta kesadaran masyarakat semakin meningkat dalam hal memandang rinjani, sebagai pusat peradaban dan akar budaya.
Diharapkan Festival Rinjani edisi berikutnya (tahun 2028) tetap terlaksana dengan lebih baik lagi. ”Harapannya sebagai penyelenggara agar kolaborasi bersama stakeholders terkait, terjaga dengan semangat, visi tujuan yang sama,” tandasnya.
Penutupan Festival Rinjani V dimeriahkan berbagai kegiatan ritual hingga pertunjukan kesenian seperti pemotongan Sapi pada Ritual Saur Sangi, Cemetian (Presean), Pentas Seni Tari Bisoq Meniq, Tari Mengembuq dan Gegeroq Tandaq. (r01/dk29)
