Seorang Nelayan Hilang di Perairan Selat Lombok – Bali

Lombok Utara, flashlombok.com – Seorang nelayan bernama Ahmad Mayadi (47) watga Dusun Mentigi, Desa Malaka, KecamatanPemenang, Kabupaten Lombok Utara, dilaporkan hilng ketika pergi melaut seorang diri menggunakan  perahu melalui pelabuhan Mentigi, Desa Malaka Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Menurut keterangan dari Akmalluri Ikhwan, Kepala Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, salah seorang warganya atas nama Ahmad Mayadi (40) pergi melaut sekitar jam lima pagi tadi.

“Perahunya ditemukan pukul 07.00 Wita di perairan utara Gili Trawangan,” kata Kepala Kantor SAR Matara  Lalu Wahyu Efendi.

Disebutkan pakaian terakhir yang dikenakan korban menggunakan baju lengan panjang warna hitam dengan celana training panjang.

Menerima informasi tersebut, Kantor SAR Mataram mengerahkan personil untuk melakukan pencarian menggunakan RBB dan Sea Rider.  ‘’Pencarian dari pagi hingga sore belum membuahkan hasil, kita hentikan sementara dan lanjut besok pagi,’’ ujarnya.

Dalam pencarian ini, turut melibatkan unsur dari Polair Lombok Utara, TNI AL Pos Bangsal, Polsek Pemenang, BPBD Lombok Utara, nelayan dan warga setempat.

Sat Polair bersama Basarnas dibantu masyarakat melakukan pencarian dilokasi hilangnya nelayan tersebut di sekitar perairan Selat Lombok-Bali, jalur kapal tangker I, Selasa, (13/8/2024).

Kapolres Lombok Utara AKBP Didik Putra Kuncoro S.I.K., M.Si. melalui Kasat Polair Polres Lombok Utara Iptu Henni Adriani menjelaskan, Ahmad Mayadi berencana untuk menjaring ikan menuju selat bali-lombok.

‘’Sekitar pukul 07.30 wita rekan nelayan korban Bernama Gufron melihat ke arah perahu yang di gunakan Mayadi namun tidak ada orang atau pengemudi. Gufron menginformasikan iham,’’ jelasnya.

Ditembahkan, rekan nelayan satunya lagi, Ali Rahman yang menggunakan satu perahu dengan Ilham kemudian mengecek keadaan perahu yang digunakan oleh Mayadi, tetapi tidak ditemukan jejaknya. Padahal Kondisi perahu normal dan jaring ikan sudah ditebar ke arah laut.

“Upaya pencarian dilakukan oleh saksi Gufron, ilham dan Ali Rahman, namun tidak membuahkan hasil. Kemudian Ali Rahman mengevakuasi perahu milik Mayadi ke pelabuhan Mentigi bersama ilham dan melaporkan kejadian iru ke polisi,’’ ujarnya.

Pihak Kepolisian bersama Basarnas serta Instasi terkait dan masyarakat, telah berupaya untuk melakukan pencarian, mengingat cuaca, dan zonasi untuk melakukan kordinasi dengan Instansi terkait, dan berusaha untuk melakukan pencarian semaksimal mungkin.

Iptu heni berharap keluarga Mayadi agar diberikan kekuatan dan ketabahan. ‘’ Kami pihak Kepolisian, Basarnas dan masyarakat akan berupaya untuk melakukan pencarian semoga Mayadi segera ditemukan,’’ pungkasnya. (r01/plu13).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *