Di NTB 69 Desa Berstatus Bahaya dan Waspada Narkoba

Mataram, flashlombok.com – Di Provinsi NTB masih ditemukan sedikitnya 69 Desa dan Kelurahan yang berstatus bahaya dan waspada narkoba.
Dari 69 Desa Kelurahan tersebut, sebanyak 44 Desa Kelurahan menjadi desa bersinar setelah dilakukan intervensi oleh BNN Provinsi dan BNN Kabupaten Kota.
‘’Ini merupakan hasil pemetaan Kawasan Rawan Narkoba BNNP NTB dari 1.143 desa dan kelurahan yang ada di daerah ini.’’ Kata Plh. Kepala Badan Narkotika Nasional NTB, M. Ridwan, S.AP, saat jumpa pers, Selasa (23/07/2024).
Disebutkan, 44 desa atau kelurahan yang sudah diintervensi, di Kota Mataram sebanyak 8 Kelurahan, Lombok Barat satu desa, Lombok Tengah dua desa, Lombok Timur satu desa, Lombok Utara 3 desa, Kabupaten KSB 9 Desa, Kabupaten Sumbawa 11 Desa, Kabupaten Dompu 1 desa, Kabupaten Bima 3 desa.
Ridwan menjelaskan, BNNP NTB telah melakukan upaya maksimal dalam memerangi peredaran narkoba yang merusak generasi muda dan mempengaruhi stabilitas sosial di daerah ini.
‘’Kami telah melaksanakan berbagai kegiatan sosialisasi, pencegahan, dan penindakan untuk memutus rantai peredaran narkoba selama periode Semester I Tahun 2024 atau periode Januari – Juni,’’ tegasnya.
Ditambahkan, melalui pendekatan yang disebut Soft Power Approach Bidang Pencegahan capaian desa/kelurahan bersinar telah mencapai 100 persen dengan target 10 desa/kelurahan pada Tahun 2024 dimana BNNP dan BNNK masing-masing 2 Desa/Kelurahan yang diintervensi.
Demikian juga satgas/Relawan Anti Narkoba pada Tahun 2024 sebanyak 130 Relawan Penggiat anti narkoba berhasil mencapai 145 orang atau 100 persen dari target 154 Orang.
Termasuk kegiatan test urine berhasil mencapai 1379 orang atau 65,4 persen dari total target 2121 orang Tahun 2024.
‘’Program soft skill dan remaja teman sebaya berhasil mencapai 40 orang atau 67 persen dari target 60 orang yang ditetapkan oleh BNNP NTB,’’ sebutnya.
Pencapaian dalam Bidang Rehabilitasi mencapai 82,18 persen, dengan jumlah 226 orang dari target 275 Orang.
Program intervensi berbasis masyarakat (IBM) berhasil dibentuk sebanyak 10 IBM, dari target 10 mencapai 100 persen target. Demikian juga program screening intervensi lapangan (SIL) mencapai 32 kali atau 37,2 persen dari target 86 kali.
Capaian nilai IKM (Indeks Kepuasan Layanan) Layanan Rehabilitasi rawat jalan Nasional Semester I Tahun 2024 BNNP NTB jajaran mendapat peringkat ke 4 (Empat) Nasional dengan nilai 3,89 masuk dalam kategori Sangat Baik.
Selain menggunakan pendekatan soft power, BNNP NTB juga memaksimalkan Hard Power Approach dalam Bidang Pemberantasan,
Jumlah kasus yang berhasil diungkap sebanyak 9 kasus, dengan jumlah tersangka sebanyak 22 orang. Jumlah kasus yang telah mencapai tahap P21 sebanyak 18 berkas. (r01/bnn23).
