Jumat Salam di Desa Janggawana, Dr Najam Ingatkan Jaga Kelestarian Alam dan Ajak Masyarakat Bijak Bermedsos

Lombok Tengah, flashlombok.com – Kepala Dinas Kominfotik NTB Dr. Najamuddin Amy, MM melakukan sosialisasi dihadapan jamaah Masjid Nurul Iman, Desa Janggawana Janapria Lombok Tengah (26/1/2024).

Kadis Kominfotik menyampaikan terima kasih kepada warga masyarakat Janggawana telah menerima dengan baik. Doktor Najam sapaan akrab Kadis Kominfotik menjelaskan Program Jum’at Salam sejatinya bagaimana menyelesaikan aneka persoalan masyarakat. “Kita datang ke sini untuk membangun persahabatan dan kekeluargaan, melihat langsung aneka persoalan masyarakat,” ujarnya.

Jum’at Salam kali ini merupakan seri ke-11, artinya Dinas Kominfotik NTB sudah mengunjungi sebanyak 11 desa yang ada di Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok. “Hari ini, dari tadi pagi mulai dari Kantor Desa Janggawana hingga menyosialisasikan literasi digital agar bagaimana menggunakan media sosial dengan baik dan bijak,” urainya.

Selain itu, Doktor Najam mengajak masyarakat, baik tokoh agama, tokoh pemuda dan unsur masyarakat lainnya menjelang Pemilihan Umum 14 Februari mendatang, baik Pilpres, dan Pileg, bersama menjaga kondusifitas daerah, agar berjalan damai dan aman.

“Desa Janggawana yang kaya dengan hamparan sawah yang membentang luas, perairan yang memadai, serta potensi peternakan, perlu terus dirawat dan dipelihara. Daerahnya juga sejuk. Saya mengajak, kita bersama-sama menjaga kondusifitas di desa ini menjelang Pemilu 2024,” tandasnya.

Ditambahkan, desa ini memiliki pesona alam yang cukup indah, hamparan persawahan yang cukup luas, hijau, asri dan menawan. Pesona alam di desa ini mirip dengan beberapa desa di luar negeri seperti di Jepang yang pernah ia kunjunginya.

“Desa ini mirip di Jepang ada sawah, perkampungan, lembah dan sungai yang kita susuri, menapaki jalan desa, jalan usaha tani. Begitu indahnya, sejuknya desa ini diminta kepada masyarakat untuk tetap jaga alam desa ini dengan baik agar alam tetap terjaga,” tandas Kadiskominfotik memberikan perumpamaan.

Doktor Najam mengingatkan di tengah gempuran teknologi informasi digitalisasi saat ini, pihaknya dari Diskominfotik tak henti-hentinya selalu mengingatkan masyarakat ,untuk mengawasi putra-putrinya untuk bijak bermedsos, agar tidak terjerumus ke hal-hal yang tidak diinginkan dan merugikan diri sendiri dan masyarakat.

“Jangan sampai anak-anak kita terjerumus ke hal-hal negatif dengan mengkonsumsi berbagai informasi yang ada di media social tanpa harus menyaringnya terlebih dahulu. Kita tidak ingin anak-anak kita selaku generasi penerus masa depan, tidak bisa mengendalikan diri dari berbagai serbuan informasi di media sosial yang tidak bisa kita saring yang justru mencelakakan kita. Kita tidak inginkan terjadi pada anak-anak kita kasus bulying, kekerasan verbal yang dapat mengganggu mentalitas anak-anak kita yang kita harapkan menjadi pelanjut cita-cita kita di masa depan,” ujarnya.

Kadiskominfotik mengingatkan juga kepada Kepala Desa dan perangkatnya, bahwa tugas selaku aparatur negara di desa tidak hanya menjalankan tugas-tugas sosial kemasyarakatan dan pemerintahan, namun juga tugas-tugas di luar itu juga lebih penting.

“Kades, para perangkat desa, Babinsa, Babhinkamtibmas, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemuda menjadi penting kehadirannya di tengah-tengah masyarakat sebagai pelindung, pengayom untuk mencerdaskan kehidupan bermasyarakat. Karena itu jalinan komunikasi dan silaturrahmi seperti yang dilakukan Pemprov NTB dengan gerakan Jumat Salamnya, sesungguhnya untuk membangun persaudaraan, persatuan untuk menciptakan kondusifitas di wilayah desa masing-masing, terlebih menjelang diselenggarakannya Pemilu baik Pilpres maupun Pileg dan Pikada,” jelasnya.

Kehadiran Diskominfotik Prov NTB dengan seluruh perangkat yang ada, sambung Najam, dari sisi layanan konektivitas sinyal internet ingin memastikannya di Desa Janggawana. Kadiskominfotik bersyukur layanan dan konektivitas internet di desa ini sudah cukup baik.

“Sinyal internet yang cukup baik inilah yang mesti harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat, utamanya generasi muda di sini untuk mempromosikan potensi desa dengan segala keunggulannya, agar lebih dikenal dan tentunya bisa memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu Plt Kepala Desa Janggawana Usman mengungkapkan kebanggaannya bisa dikunjungi Diskominfotik NTB dalam program Jumat Salam. Diharapkan dengan kunjungan Pemprov NTB melalui Dinas Kominfotik ini, akan bisa memberikan pencerahan dan semangat kepada warga masyarakat melalui gerakan literasi digital, baik bagi perangkat desa maupun bagi murid SD, Pelajar SMP dan siswa MA, untuk lebih bijak dan memiliki kearifan dalam bermedsos,khususnya di Desa Desa Janggawana.

Disebutkan, secara administrasi Desa Janggawana merupakan Desa hasil pemekaran dari Desa Saba yang telah diperjuangkan sejak tahun 2013 dan pada tahun 2022 sudah menjadi desa depinitif bersama 14 desa lainnya di NTB.  Desa ini sekarang memiliki delapan Dusun dengan 5435 Kepala Keluarga.

Kades Usman juga berharap baik dari Pemkab Lombok Tengah maupun Pemprov NTB ataupun instansi terkait bisa memperhatikan dan mensuport pembukaan jalan usaha tani yang tidak saja mempermudah aksesibiltas para petani dengan hasil pertaniannya, namun juga jalan usaha tani ini juga sebagai akses jalan bagi terhubungnya 4 Dusun yang ada di Desa Janggawana.

Pada Jumat Salam ini, selain dihadiri kadis kominfotik, hadir juga Sekdis Kominfotik, para Kabid , Sub Koordinator dan staf Dikominfotik. Masing-masing Tim menyebar ke sejumlah SD, SMP dan MA untuk melakukan literasi digital.

Kemudian selepas Jumatan bersama di Masjid Nurul Iman Janggawana, Kadiskominfotik bersama jajaran memberikan pengarahan kepada masyarakat untuk selalu bijak dalam bermedia social dan tetap menjaga kondusifitas menjelang pelaksanaan Pemilu 2024 ini. (lth01/dk26).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *