Menteri Pertanian Gelontorkan Bantuan Ratusan Miliar Untuk Petani di NTB

Lombok Tengah, flashlombok.com – Menteri Pertanian RI, Andi Amran memastikan bahwa bantuan yang diberikan oleh Menteri Pertanian harus sampai dan tepat sasaran, bahkan fokus bantuan sebesar 7,7 triliun untuk Indonesia yang fokusnya unit benih jagung, padi hortikultura diberikan secara gratis.
Mengingat tema besar Menteri Pertanian, transformasi pertanian tradisional menjadi pertanian modern semua itu dilakukan untuk bisa setara dengan Jepang dan Korea Selatan.
“Bantuan yang kita berikan sebesar 7,7 Triliun untuk Indonesia kita berikan scara gratis, karena tema besar kita transformasi pertanian tradisional menjadi pertanian modern, jika sudah modern maka kita bisa setara dengan Jepang dan Korea Selatan,”katanya saat kunjungan kerja (kunker) yang bertujuan untuk mengakselerasi peningkatan produksi pangan di NTB, di Halaman Kantor Bupati Lombok Tengah, Kamis (25/01/2024).
Pada kesempatan yang sama dalam kunjungan tersebut, Menteri Pertanian RI, Andi Amran, di dampingi Pj Gubernur Miq Gita dan Bupati Loteng menyerahkan bantuan benih padi seluas 38.500 ha dan benih jagung seluas 176.000 ha senilai 171,49 milyar untuk Provinsi NTB yang diterima oleh Sekdis Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB.
Selain itu diserahkan juga bantuan benih padi seluas 11.000 ha dan benih jagung seluas 8.000 ha senilai 10,94 milyar untuk kabupaten Lombok tengah yang diterima oleh Kadis Pertanian Lombok Tengah.
Kunjungan kerja Menteri Pertanian itu diharapkan dapat memberikan dorongan positif dan dukungan langsung dalam percepatan peningkatan produksi pangan, khususnya beras, sehingga NTB dapat menjadi kontributor utama dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Penjabat (Pj) Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si, yang mendampingi Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P , menambahkan, pemerintah Provinsi NTB tetap berkomitmen untuk bagaimana mengembalikan prestasi emas di tahun 1984, pemerintah republik Indonesia mendapatkan penghargaan dari Food and Agriculture Organization (FAO). Mengingat salah satu kontributornya adalah NTB dengan operasi tekad makmur gogorancah yang merupakan epicentrum pelaksanaannya ada di Lombok Tengah di sekitar bundaran truai dan sebagainya.
Ditambahkan, bila sentra-sentra produksi itu tersedia air yang memadai kemudian pupuk, bibit dan lainnya serta afirmasi action dari pemerintah pusat memberikan perhatian lebih besar lagi kepada NTB guna menjadikan NTB sebagai lumbung pangan Nasional.
“Kami tetap berkomitmen untuk bagaimana prestasi emas tahun 1984 pemerintah Republik Indonesia mendapatkan penghargaan dari FAO dan kontributor salah satunya adalah NTB, tentunya bila sentra-sentra produksi itu tersedia air yang memadai, pupuk, dan bibit, serta perhatian lebih besar lagi untuk NTB,” ujarnya.
Pj Gubernur menyampaikan terimakasih kepada Presiden Republik Indonesia melalui Menteri Pertanian atas respon cepat yang diberikan dalam merespon masalah pupuk subsidi dan benih, dari yang dialokasikan 130.000 ton untuk NTB.
‘’NTB masih membutuhkan 120.000 Ton pupuk dan untuk menghindari teriakan masyarakat tentang kelangkaan pupuk baik pupuk UREA maupun NPK,’’ katanya.
Bahkan Pj Gubernur Miq Gite menegaskan, untuk menyatukan frekuensi Kementerian Pertanian dan pemerintah provinsi NTB untuk tetap menjadikan NTB sebagai lumbung pangan nasional, maka aspirasi pompa air dan berbagai sarana prasarana pertanian dan revitalisasi Bendungan serta embung mohon untuk tetap diberikan.
“Kami mewakili masyarakat NTB menyampaikan terima kasih kepada bapak Presiden melalui Bapak Menteri Pertanian atas perhatiannya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan petani baik pupuk subsidi, dan benih,” ujarnya. (m01/dk25).
