Pneumonia Mycoplasma Dapat Dicegah Dengan Pemberian Asi Eksklusif

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM.MARS
Mataram, flashlombok.com – Pneumonia pada bayi atau anak dapat dicegah dengan memastikan pemberian asi eksklusif, menjaga nutrisi seimbang dan melengkapi imunisasi seperti DPT-Hib, campak dan PCV.
Selain melakukan pencegahan dampak dari penyakit pneumonia ini, masyarakat khususnya para ibu yang memiliki bayi atau anak-anak, minimal memahami Pneumonia, yang sering disebut sebagai paru-paru basah, adalah kondisi peradangan yang terjadi pada jaringan paru-paru. Peradangan ini mengakibatkan alveolus (kantong udara) terisi oleh cairan, sehingga paru-paru tidak dapat berfungsi dengan baik.
Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM.MARS, dalam keterangan tertulis yang diterima media ini menyebutkan, Pneumonia Mycoplasma merupakan pneumonia yang terjadi akibat infeksi bakteri Mycoplasma Pneumoniae yang bisa menyerang anak maupun dewasa. Bakteri ini dapat ditularkan melalui droplet di udara.
Gejala pneumonia mycoplasma mirip dengan gejala ISPA pada umumnya, antara lain demam, hidung mengeluarkan lendir (ingus), sakit kepala hingga batuk.
Tingkat fatalitas dan keparahan akibat bakteri Mycoplasma Pneumoniae lebih rendah dibandingkan tingkat fatalitas karena COVID-19. Penanganan dari Pneumonia Mycoplasma ini cukup mudah karena bukan virus seperti Covid-19, melainkan bakteri.
Karena itu, pneumonia akibat bakteri mycoplasma sering disebut sebagai walking pneumonia. Sebutan itu lantaran gejalanya cenderung ringan sehingga pasien tidak perlu menjalani rawat inap di rumah sakit dan cukup melakukan rawat jalan.
Sementara itu Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, Dr. dr. Maxi Rein, menjelaskan, Pneumonia mycoplasma lebih banyak dialami oleh anak-anak usia pra sekolah maupun usia sekolah.
Di Indonesia, tercatat enam pasien terkonfirmasi Pneumonia Mycoplasma sekitar bulan Oktober-November lalu di Rumah Sakit Medistra dan RS JWCC Jakarta. Pasien berusia 3-12 tahun dengan dua pasien dirawat inap dan sisanya rawat jalan.
Namun keenam pasien sudah dinyatakan sembuh Berdasarkan pernyataan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu dalam Live Streaming Konferensi Pers tentang Pneumonia Mycolplasma pada 6 November 2023, masyarakat dihimbau untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dan wajib menggunakan masker saat keluar rumah apabila sedang flu atau kurang fit.
Dr. Maxi menambahkan, pneumonia akibat bakteri mycoplasma bukan penyakit baru, hanya saja saat ini kasusnya sedang naik di China dengan penyebab yang belum diketahui pasti.
Pencegahan bagi anak-anak/bayi dapat dilakukan dengan memastikan Asi Eksklusif, menjaga nutrisi seimbang, dan melengkapi imunisasi yang menjadi program nasional, terutama yang berkaitan dengan Penumonia, seperti DPT-Hib, campak dan PCV.
Pencegahan juga dapat dilakukan melalui upaya promotif antara lain melalui kampanye GERMAS (Gerakan Masyarakat Sehat), kampanye keluarga sehat (tidak ada anggota keluarga yang merokok), lingkungan rumah dan lingkungan kerja yang sehat dan dengan upaya preventif yakni imunisasi campak, imunisasi PCV (Pneumococcal Conjucate Vaccine), pemberian vitamin A dan pencegahan/perbaikan gizi buruk atau kurang. (m01/rl07)
