Jum’at Salam, Dinas Kesehatan NTB Serap Aspirasi Warga Kelurahan Penaraga Kota Bima

Kota Bima, flashlombok.com – Untuk menggali berbagai persoalan yang terjadi di Kota Bima, khususnya terkait dengan bidang kesehatan, dalam agenda mingguan Jum’at Salam, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat dr.H.Lalu Hamzi Fikri, MM, MARS beserta jajarannya, melakukan silaturahmi dengan warga yang berada di Kelurahan Penaraga, Kecamatan Raba, Kota Bima, Sabtu 2 Desember 2023.
Berbagai persoalan kesehatan mengemuka dalam dialog Kepala Dinas Kesehatan tersebut. Mulai dari munculnya wabah demam berdarah, penyakit campak, termasuk masih bermunculannya berbagai penyakit tidak menular lainnya, hingga persoalan kesehatan jiwa juga mengemuka dalam pertemuan tersebut.
Pertemuan yang berlangsung di Kelurahan Penaraga itu, selain dihadiri Kepala Dinas Kesehatan NTB, hadir juga Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bima, Kepala Bidang Lingkup Dinas Kesehatan Kota Bima, Kepala Puskesmas Penana’e, Lurah Penaraga, Ketua LPM Penaraga, Kader Posyandu dan masyarakat Kelurahan Penaraga yang jumlahnya mencapai 40 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima, Ahmad S,sos menjelaskan kondisi masalah kesehatan di Kecamatan Raba, khususnya di Kelurahan Penaraga, dimana masih terjadi wabah penyakit demam berdarah, campak yang biasanya terjadi diakhir tahun atau bulan Desember seperti sekarang ini.
Dilaporkan juga terkait kondisi sanitasi masyarakat, dimana sudah mencapai seratus persen. Sementara capaian penekanan angka stunting di Kelurahan Penaraga masih sebesar 19,34 persen sampai bulan Oktober 2023.
Sementara untuk penyakit tidak menular (PTM) sebesar 6,7 persen dan khusus untuk ODGJ sebanyak 234 kasus di Kota Bima, dan ada diantaranya yang masih dipasung.
Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr.H.Lalu Hamzi Fikri, MM, MARS, dihadapan seluruh peserta yang hadir menjelaskan tujuan dari program Jum’at Salam.
Program Jum’at Salam menghadirkan perwakilan seluruh OPD yang turun langsung menemui masyarakat, sebagai ikhtiar menyelesaikan aneka persoalan masyarakat, seperti saat ini, Dinas Kesehatan NTB, terjun langsung ke Kelurahan Penaraga, dimana agenda Jumpai Masyarakat Selesaikan Aneka Persoalan (Jumat Salam) ini merupakan agenda silaturahmi untuk menyerap berbagai aspirasi masyarakat yang kemudian akan diberikan berbagai solusi terkait permasalahan yang ada.
Program ini hadir sebagai wujud kehadiran pemerintah dalam menyelesaikan persoalan masyarakat di desa. Kehadiran pemerintah ini agar masyarakat dalam keadaan tenang, damai, tujuan-tujuan dapat tercapai dengan baik. “Hadirnya pemerintah di desa untuk menyampaikan pesan-pesan program pemerintah,’’ kata Kepala Dinas.
Kegiatan Jumat Salam yang dilakukan Dinas Kesehatan NTB ini. Kemudian dilanjutkan dengan dialog, untuk menyerap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di Kelurahan Penaraga yang terkait dengan kesehatan.

Berbagai usulan dan saran mengemuka dalam dialog tersebut. Diantaranya usulan untuk diberikan alat pengangkut sampah berupa motor roda tiga, dimana persoalan tersebut sebelumnya pernah diusulkan ke DLH provinsi NTB, namun hingga kini belum ada jawaban.
Menanggapi permintaan warga tersebut, Kepala Dinas Kesehatan NTB, Lalu Hamzi Fikri, mengatakan akan langsung berkoordinasi dengan DLH NTB, sesuai informasi dari Dinas Kesehatan Kota Bima yang mengatakan masih tersisa empat unit yang belum didistribusikan di kantor DLH.
Dalam pertemuan tersebut, mengemuka juga terkait dengan cakupan imunisasi, mereka mengusulkan untuk dibangunkan posyandu, dan mereka sudah memiliki lahannya, karena posyandu yang ada sekarang ini numpang di teras Polindes.
Kader posyandu setempat juga melaporkan masih kesulitan untuk meningkatkan cakupan imunisasi dikarenakan ada kelompok masyarakat yang tidak mau anaknya diimunisasi.
Salah seorang Bidan Puskesmas Penana’e bernama Ainun, juga mengusulkan perbaikan bangunan Puskesmas Penana’e, terutama ruang bersalin yang sudah rusak atap dan plafonnya, sehingga sering bocor saat hujan dan Puskesmas Penana’e belum pernah direhab.
Menanggapi berbagai usulan dan masukan dari masyarakat terkait sarana dan prasarana kesehatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan NTB, menyatakan bahwa pemerintah akan memberi atensi atas segala keluhan dan aspirasi masyarakat untuk kemudian ditindaklanjuti dan dicarikan solusi pemecahan masalah secepatnya demi terwujudnya NTB yang lebih baik.

Sebelum dialog ditutup dan melakukan kunjungan ke puskemas yang belum pernah di rehab tersebut, Kepala Dinas Kesehatan NTB, menyerahkan secara simbolis bantuan telur sebanyak seribu lima ratus butir.
Rombongan Kepala Dinas Kesehatan NTB bersama Dinas Kesehatan Kota Bima, kemudian melakukan kunjungan ke Puskemas, untuk melihat kondisi lapangan aktivitas di Puskesmas setempat dan berdialog dengan tenaga medis yang ada di Puskesmas. (m01/r02)
