Enam Teroris Asal NTB Ditangkap Densus 88 Polri

Mataram, flashlombok.com – Enam orang teroris asal Nusa Tenggara Barat ditangkap tim densus 88 anti terror polri. Keenam teroris tersebut, tiga orang ditangkap di Lombok Barat, dua orang di Lombok Timur dan satu orang di kabupaten Sumbawa.

Tim Densus 88 Anti Teror Polri menangkap terduga teroris di Lombok Barat pada Senin (23/10/2023). ‘’Total sudah 6 terduga teroris yang ditangkap dalam kurun waktu 5 hari, sejak penangkapan terhadap dua terduga teroris di Lombok Timur dan satu orang di Kabupaten Sumbawa, pada Kamis (19/10),’’ jelas Kabidhumas Polda NTB Kombespol Arman Asmara Syarifuddin.

Tiga orang yang diamankan tim Densus dari Lombok Barat itu, diamankan sementara di Rutan Polda sebelum dibawa ke Mabes Polri. ‘’Penangkapan dilakukan sekitar pukul 11.25 Wita di Desa Rumak, Kecamatan Kediri. Untuk identitas, asal, dan teknis lainnya itu menjadi ranah tim densus. Kami di Polda NTB sifatnya membantu dan tempat penahanan sementara,” jelas Arman.

Sementara, Dirtahti Polda NTB AKBP Rifai mengatakan, tiga terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Senin (23/10), dibawa ke Rutan Polda NTB sekitar pukul 12.00 Wita.  “Ya, tadi ada tambahan tiga orang laki-laki. Sekali lagi identitas tidak bisa kami sebutkan karena itu di luar kewenangan kami,” ucapnya.

Rifai mengatakan, tidak bisa memberi penjelasan panjang. Pihaknya hanya menjadi tempat penahanan sementara sampai para terduga teroris ini dipindahkan ke Mabes Polri.

Terpisah, Kepala Desa Rumak Mukarram membenarkan ada warganya yang ditangkap Densus 88. Namum khusus di desanya, sepengetahuannya hanya ada dua orang yang ditangkap. “Yang kami tahu tadi hanya dua yang ditangkap. Di Rumak Barat Selatan dan Rumak Barat Utara,” sebutnya.

Warga yang berasal dari Dusun Rumak Barat Selatan berinisial RM, 40 tahun. Sementara warga Dusun Rumak Barat Utara berinisial IM, 23 tahun. Menurut sang kades, mereka memang sering dicurigai oleh masyarakat setempat. Karena mereka kurang aktif bersosialisasi di masyarakat. Mereka juga punya kelompok tertentu. Ada tempat salat dan pengajian khusus.  “Satu orang ini bahkan jarang di Rumak karena dia juga tinggal di Lombok Tengah,” terang Mukarram. (m01/pd23)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *