Jelang Pemilu, Kemenag NTB, KPU Dan Bawaslu Turun Menyapa Umat Hindu

Lombok Barat, flashlombok.com – Sinergisitas tiga lembaga, yaitu Kantor Kementerian Agama NTB, KPU NTB dan Bawaslu NTB, bersama-sama menghadiri kegiatan dialog dan kerukunan intern umat Bergama dan moderasi beragama Hindu pandita/pinandita di Pura Gunungsari. Senin 29 Mei.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Prov. NTB H. Zamroni Aziz didampingi Ketua KPU Prov. NTB Suhardi Soud,SH, Ketua Bawaslu Itratip, MM. Hadir pula Rektor IAHN Gde Puja Mataram Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma.,S.E.,M.Si, Kabid Pembimas Hindu, Gde Suberata, M.MPd, Kasi pembimas Hindu Lombok Barat, Ketua PHDI NTB Ide Made Santi Atyana,SH,MH Parisada Kabupaten Kota Se Pulau Lombok, Para pandita dan pinandita se Pulau Lombok dengan jumlah peserta sebanyak 70 orang.
Dikutip dari laman Kemenag NTB, Ketua pelaksana kegiatan Dewa Kt. Mertayasa ketua pelaksana, menjelaskan, tujuan kegiatan dialog ini. ‘’Dialog dilakukan untuk menguatkan, mengikat kita terutama bagi para pemangku dan pinandita adalah tokoh agama terdepan dan perpanjangan yang dekat dengan masyarakat. Selain itu, moderasi juga menjadi prioritas pokok pada kegiatan,’’ jelasnya.
Ketua PHDI Ide Made Santi Atyana menyampaikan, bahwa pemangku harus berorientasi bagaimana melayani umat, bagaimana menjadi jenange wicaksane dan bagaimana melayani umat hindu yang selalu mengedepankan kesucian.
Dijelaskan, pemangku adalah orang yang didengar oleh umat masyarakatnya, diharapkan selalu menyampaikan mensosialisasikan kepada masyarakat, khususnya umat hindu untuk bagaimana mendukung program pemerintah Kementerian Agama, terutama tentang moderasi beragama dan mendukung pesta demokrasi yang akan datang yaitu pemiu 2024 agar berjalan baik dan lancar.

Sementara itu, Ketua KPU Prov. NTB Suhardi Soud,SH, menjelaskan secara detail informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan pemilu 2024 mendatang.
“ Tage line atau semboyan yang sedang digalakan oleh KPU Republik Indonesia saat ini adalah Pemilu sebagai sarana integrasi bangsa. Dan di Tahun 2024, ada 2 pemilu besar yang pertama 14 Februari 2024 untuk pemilihan Presiden Dan Wakil Presiden, DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten Kota dan memilih anggota DPD. Dan tanggal 27 November 2024 untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, wali kota dan wakil wali kota,’’ jelas Suhardi Soud.
Ditambahkan, bagaimana menerapkan moderasi beragama agar secara internal menguatkan tetapi secara eksternal lentur untuk terus berkomunikasi karena berada dalam ke Indonesiana, Tinggal di negara kesatuan Republik Indonesia, maka prinsip – prinsip dasar bernegara berbangsa harus bisa dilaksanakan. Ide Kementerian Agama dengan moderasi beragama pararel dengan apa yang diinginkan oleh mimpi besar untuk NKRI dan Pemilu harus menjadi sarana Integrasi Bangsa.
Ketua BAWASLU NTB, Itratip mengajak menyukseskan Pemilu agar berjalan lancer. ‘’Kesempatan ini menjadi momen yang sangat tepat bagi kami di bawaslu untuk sama –sama mengajak kita semua, untuk menyukseskan pelaksanaan Pemilu ini,’’ ungkapnya.
Kepala Kanwil Kemenag Prov. NTB, lebih menekankan pentingnya menjadi umat hindu yang baik. ‘’Kalau umat hindu menjadi umat hindu yang baik, tidak ada jalan bagi orang lain untuk mengganggu daerah kita ini,’’ kata H. Zamroni Aziz, dikutip dari laman Kemenag NTB.
Kakanwil menambahkan peran pemangku sangat penting di masyarakat. “ Kami berharap, umat hindu ini ada di tangan para pemangku dan pemangku menyampaikan kepada umat hindu, kami yakin para pemangku pasti akan didengar oleh umatnya karena pemangku menyampaikannya dengan visi misi agama,’’ jelas H. Zamroni
Pemahaman umat hindu yang ada di Nusa Tenggara Barat tergantung dari pemahaman para pemangku, pemangku menjadi garda terdepan di dalam memberikan pemahaman kepada umat hindu di Nusa Tenggara Barat.
‘’Atas nama Kepala Kanwil Kemenag NTB, kami merasa sangat senang dengan acara dan kegiatan ini, Dan kami minta kepada KPU, Bawaslu NTB untuk terus jalan bergerak mendekati umat, mendekati tokoh agama dalam mensosialisasikan Pemilu 2024 dan memberikan pemahaman kepada umat,’’ pinta Kakanwil.

Kepala Kanwil Kemenag NTB disaksikan Rektor IAH Gde Puja Mataram, Bawaslu dan KPU NTB, Ketua PHDI, menyerahkan bantuan rehab pura dan penyerahan kitab suci oleh Rektor IAHN Gde Puja. (KM29/RED)
