Pria Paruh Baya Di Ampenan Ditemukan Tewas Di Dapur

Mataram, flashlombok.com – Seorang pria paruh baya berinisial MK, 43 tahun, warga Bintaro, Ampenan yang bekerja sehari sebagai buruh harian lepas, ditemukan tewas di dapur. Korban diduga gantung diri, ditemukan dalam posisi setengah jongkok, dan dari mulutnya mengeluarkan cairan serta tubuhnya sudah menghitam.
Kapolresta Mataram melalui Kapolsek Ampenan AKP Faisal Apriadi SH membenarkan peristiwa tersebu, bahwa pada hari Senin 08 Mei 2023 sekitar pada pukul 17.30 wita, berawal dari informasi masyarakat telah ditemukan seorang mayat laki-laki karena diduga gantung diri.
‘’Telah terjadi penemuan mayat yang diduga gantung diri. Dengan respon cepat Polsek Ampenan melakukan evakuasi pengecekan TKP (Tempat Kejadian Perkara) di Jalan Saleh Sungkar, Gang Tengiri Lingkungan Telaga Mas, Kelurahan Bintaro Kecamatan Ampenan Kota Mataram,’’ jelas Kapolsek, Senin,08 Mei 2023.
Ditambahkan, setelah mendengar informasi tersebut, KA SPK Polsek Ampenan bersama 3 personel piket fungsi dan Bhabinkamtibmas langsung mendatangi TKP. ‘’Menurut keterangan saksi F, Perempuan, 37 tahun, alamat Tanjung Karang yang merupakan adik korban sekitar pukul. 17.30 wita, saksi datang ke TKP untuk mengantar anaknya mengaji. Setelah selesai sholat, saksi duduk diteras rumah bersama orang tuannya. Dan tiba – tiba saksi bersama beberapa keluarganya mencium bau bangkai. Setelah mengetahui hal tersebut, ibu saksi menyuruh saksi untuk mengecek kakaknya karena beberapa hari ini tidak keluar rumah,’’ terang Kaposlek.
Kaposlek menambahkan, saksi F langsung menggedor pintu rumah korban, karena tidak direspon saksi mencoba membuka pintu yang kebetulan tidak terkunci, setelah pintu terbuka saksi mengecek ke dalam kamar namun tidak ada.
‘’Kemudian saksi mengecek ke dapur, dan ternyata saksi melihat korban duduk di lantai dengan posisi setengah jongkok, dalam kondisi sudah meninggal dunia, dengan badan sudah menghitam serta mulut mengeluarkan cairan di sekitar wajah. Karena merasa kaget, saksi langsung keluar meminta bantuan kepada keluarga di sekitarnya,’’ jelas AKP Faisal
Korban yang diketahui berinisial MK, Laki-Laki, 43 tahun, Bintaro, Ampenan yang bekerja sehari sebagai buruh harian lepas itu, kemudian dibawa ke RS Bhayangkara untuk diotopsi dan berkoordinasi dengan Unit Identifikasi Polresta Mataram, untuk proses penyelidikan lebih lanjut. (PM8/RED)
