Indahnya Toleransi, Forum Kerukunan Umat Beragama Ikuti Pawai Semarak Takbir

Mataram, flashlombok.com – Ada yang berbeda di acara pawai takbir Idul Fitri 1444 Hijriah di Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram pada Jumat malam 22 April, selain para Kafilah yang berjumlah 22 se-Kecamatan Cakranegara, dari masing-masing lingkungan mengikuti pawai takbir, umat agama lain yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Nusa Tenggara Barat, turut memeriahkan acara tersebut.
Ketua FKUB Provinsi NTB TGH. Muhamad Subki Sasaki, MA, menjelaskan, untuk pertama kalinya melibatkan seluruh komponen masyarakat lintas agama untuk turut mememeriahkan dan berbahagia dalam acara malam kemenangan idul fitri 1444 Hijriah.
“Malam ini saya mengangkat tema ‘Happy Idul Fitri’ karena kebahagiaan adalah milik kita bersama, tidak dipisahkan oleh warna kulit, suku, agama maupun organisasi,” jelasnya.

Oleh karena itu lanjut Subki, tema besar kegiatan ini adalah merajut toleransi bersama membangun bangsa. Adapun yang hadir mengikut pawai takbir tersebut dari Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Majelis Buda, Persatuan Gereja Mataram, Persatuan Gereja Indonesia Katolik, Majelis Tridharma Kongucu.
“Melalui kegiatan ini kita berharap Kota Mataram khususnya dan NTB pada umumnya
merupakan daerah yang toleran, saling menjaga dan menghormati antar umat beragama,;; tandasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Mataram TGH Mujiburrahman menjelaskan, pawai takbir menjadi siar islam dalam menyampaikan pesan damai kepada semua warga Kota Mataram. Karena kegiatan ini dapat disaksikan oleh semua kalangan.
Tidak lupa, Ia juga berpesan kepada semua warga masyarakat untuk terus menjaga
keamanan, ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Pawai yang mengambil rute Tepat di tengah Kota Mataram tersebut star di Perempatan Karang Jangkong Cakranegara Kota Mataram dan finish di Simpang Empat Cakranegara.
Salah seorang pengurus FKUB Kota Mataram Badra Wardana perwakilan umat Budha Kota Mataram yang turut hadir dalam pawai takbiran tersebut menyatakan, kegiatan ini merupakan wujud kebersamaan masyarakat Kota Mataram. Ditengah Keberadaan dengan beraneka ragam agama Pawai malam hari ini bentuk Toleransi yang selama ini menjadi salah satu cara mempersatukan umat.
“Ini tentu menjadi bukti kepada kita betapa di Kota Mataram ini sangat menjunjung tinggi toleransi beragama,”tegasnya.
Sementara itu Tokoh Kristen Romo Lorenz Maryono yang juga hadir pada Pawai tersebut menyebutkan. ini bentuk Kebinekaan yang ada di Kota Mataram. Ia menyadari bahwa saudara Muslimnya baru saja menyelesaikan perjuangan dan telah memperoleh kemenangan setelah melakukan ibadah puasa sebulan lamanya dan pada malam hari ini menjadi salah satu pesta kememenangan dari saudara umat Muslim.
“Kehadiran kami dari lintas agama untuk ikut serta merayakan kegembiraan ini merupakan contoh toleransi yang telah terbangun sejak lama di Kota Mataram,”jelasnya
“Atas nama umat Katolik Kota Mataram mengucapkan selamat Hari raya Idul Fitri Mohon maaf lahir dan batin,”tambahnya.
Hampir sama dengan perwakilan Umat Hindu yang juga turut serta dalam Pawai tersebut, I Gusti Mangku Sugandi, mengatakan ini bentuk toleransi dan bhineka tunggal Ika yang kita anut.
Dengan kegiatan pawai special ini, Ia justru keras menyangkal berita yang pernah beredar bahwa NTB khususnya Lombok disebut-sebut sebagai daerah yang tergolong kurang toleransi.
“Ini kan menjadi salah satu bukti bahwa toleransi di lombok khususnya kota Mataram sangat kental, semoga kehadiran kami pada momen meriah yang diselenggarakan saudara kita umat Muslim ini dapat menepis kesan seperti berita yang pernah muncul tersebut,”jelasnya seraya menambahkan semboyan bhinneka tunggal Ika harus bisa mencerminkan kepada kita umat beragama bahwasanya kita satu.
“Kami berharap rasa saling memiliki dengan keyakinan agama masing-masing dapat terus terjalin dengan baik, karena selaku umat yang mempunyai keyakinan kita selalu bersama untuk dapat membangun Mataram dan NTB pada umumnya,’’ ujarnya.

Dikesempatan itu pula, Kabag Ops Polresta Mataram Kompol I Gede Sumadra Kerthiawan SIK mengatakan, bahwa malam ini terlihat keberagaman itu ada dan terjalin sangat baik. Kehadiran umat lain dalam Pawai Takbiran sebagai bentuk dukungan atas apa yang sedang diselenggarakan oleh umat Muslim.
Begitu pula sebaliknya saat merayakan Nyepi, Natal ataupun hari raya bagi umat Budha, seluruh umat Muslim juga turut serta mendukung dengan memberikan segala bentuk toleransi pada setiap kegiatan.
“Ini menjadi modal besar masyarakat kota Mataram dalam membentengi diri untuk saling menjaga satu sama lain. Toleransi yang dilakukan masyarakat kota Mataram selama ini akan menjadi cara menjaga ketertiban dan keamanan dalam lingkungan masyarakat,”tutupnya. (Red)
