Walikota Bima: Amal Kita Jangan Terputus Karena Fitnah Dunia

Kota Bima, flashlombok.com –  Sekuat dan setinggi apapun ibadah yang dilakukan, amal akan habis karena ghibah, amal habis karena fitnah, semua ibadah yang dilakukan tidak akan ada artinya, semuanya akan berlalu dengan sia-sia.

Hal itu ditegaskan  Wali Kota Bima H. Muhammad Lutfi, SE saat melaksanakan Safari Ramadhan 1444 Hijriah,  di Masjid Al-Istiqomah Kelurahan Jatiwangi Kecamatan Asakota.

Safari Ramadhan  di Masjid Al-Istiqomah Kelurahan Jatiwangi,  dirangkaikan dengan penyerahan bantuan bagi 4 masjid dan 4 mushala se Kelurahan Jatiwangi dengan total bantuan hibah sebesar Rp. 800 juta dari Pemerintah Kota Bima Tahun 2023.

Wali Kota menjelaskan, melalui geliat pembangunan keagamaan yang dibangun merupakan program pemerintah, seperti yang tertuang di dalam visi-misi, sehingga ada capaian-capaian yang dituju, tidak saja  membangun masjid, tidak saja  membangun karakter Maja Labo Dahu nya, begitu juga pembiayaan-pembiayaannya.

“Sejak saya terpilih, tidak ada hentinya kita membangun nilai-nilai keagamaan yang ada di Kota Bima, karena nilai-nilai inilah yang nantinya akan membuat masyarakat mempunyai rasa memiliki daerah ini, rasa mencintai daerah ini,” ujar Wali Kota dikutip dari laman pemkot Bima.

Wali Kota menjelaskan, program-program yang telah dilakukan tetap mampu dimaksimalkan, walaupun ditengah keterpurukan anggaran daerah akibat pandemi tahun 2020 hingga 2021, namun tidak mematahkan semangat geliat pembangunan yang ada, begitu juga program-program pemberdayaan.

Begitu juga periodesasi sebelumnya, banyak sekali OPD yang tidak memiliki ruh, hanya sekedar dinas saja, seperti Dinas Kominfotik yang dulunya hanya dinas saja, tidak ada command center, tidak ada perangkat, tidak ada yang bisa diandalkan untuk mengangkat program pemerintah secara masif sampai ketingkat RT.

“Namun sekarang di periode saya dengan pak Wakil, ada command center, ada perangkat, sekarang RT bisa melaporkan secara langsung terhubung dengan dinas terkait sesuai jenis laporan yang ada,” tegasnya.

Begitu juga dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip, dulunya hanya sekedar dinas saja, hanya membeli buku yang tidak bisa dibaca, banyak sekali buku tapi tidak pernah dikunjungi dan masyarakat dibawah tidak tahu ada dinas perpustakaan.

“Alhamdulillah, sekarang selama kepemimpinan saya dengan pak Feri, kita memiliki perpustakaan terbaik ketiga, bisa dilihat kerapiannya, pelayanan, dan lain-lainnya,” bebernya.

Ditambahkan, begitu  juga Dinas Tenaga Kerja, dulu nya hanya sekedar dinas saja, tidak terpikir bahwa anak-anak sulit mengakses keterampilan dan lainnya. Namun sekarang, anak-anak  dibekali dengan alat usaha, memberi pelatihan, magang, dan lainnya. Ada juga disiapkan anak-anak magang ke Jepang, ke luar negeri.

“Begitu juga Dinas Pariwisata, selama ini di pariwisata tidak ada aktivitas, hanya sekedar dinas, alhamdulillah di periode saya dengan Pak Feri kita hidupkan lawata, kita hidupkan Kolo dan lainnya, menjangkau program-program di dinas sehingga menarik orang untuk berkunjung ke Kota Bima,” tandasnya.

Bisa dirasakan adanya festival rimpu, menghidupkan karakter islam dengan adanya rimpu mpida, rimpu colo, sebagai bentuk bahwa semuanya ini ada nilai keagamaan, yang pada dasarnya masyarakat membangun peradaban dari nafas keislaman.

Begitu juga di tahun baru, tidak ada lagi hura-hura, semua diarahkan mengisi dengan majelis dzikir dan do’a di masjid-masjid dan mushala.  “Semua ini menandakan komitmen pemerintah Kota Bima terhadap nilai keagamaan yang begitu kuat, begitu juga ceramah-ceramah, semua dibuat seragam,” katanya.

Diakhir arahannya, Wali Kota kembali menekankan, amal kita jangan sampai terputus hanya karena ghibah, hanya karena urusan dunia yang tidak akan ada habis-habisnya, tidak akan ada ujungnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *