Patuhi Edaran Presiden, Ini Strategi Safari Ramadhan Gubernur

Mataram flashlombok.com – Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) resmi melarang menteri, Kepala Lembaga Negara, Jaksa Agung, ASN hingga TNI serta Polri menggelar kegiatan buka puasa bersama dan open house pada bulan Ramadan dan Idulfitri 1444 Hijriah.
Larangan tertuang dalam surat edaran yang diterbitkan Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung bernomor R-0055/Seskab/DKK/3/2022. Namun tersebut tidak menyurutkan niat dan ikhtiar Gubernur NTB untuk tetap dekat dan menyapa masyarakat NTB apalagi di Bulan Suci Ramadhan 1444 Hijriah ini.
Gubernur yang dikenal sangat dekat dan sangat sering turun ke kampung, desa dan kab kota bertemu langsung dengan warga NTB. Terlebih bulan puasa memiliki nilai dan keutamaan dalam menjalankan ibadah puasa. Namun, ramadhan kali ini Gubernur tetap mematuhi apa yang menjadi edaran Presiden Joko Widodo.
Gubernur dan jajaran Pemprov NTB akan tetap melaksanakan kunker dan silaturahim ke 10 kabupaten kota se NTB, yang akan dirangkai dengan meninjau pelaksanaan pasar murah dan penyerahan paket bantuan ramadhan kepada warga penerima bantuan.
Silaturahmi dimulai dari Hari Sabtu, 01 April 2023 di Kabupaten Bima yang berlokasi di Masjid Raya Baitul Syuhada, Desa Dena, Kecamatan Madapangga. Kabupaten Bima.
Kepala Dinas Kominfotik NTB, Dr. Najamuddin Amy, S.Sos., M.M menjelaskan bahwa kegiatan tersebut akan diadakan Bazar Murah dan penyerahan bingkisan. “Kegiatan ini akan diisi dengan bazar murah dan penyerahan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan di 10 Kabupaten Kota,” jelasnya.
Selain itu, dikarenakan keterbatasan waktu Gubernur dan Wakil Gubernur yang melakukan Safari Ramadhan di 10 titik Kabupaten Kota, menghimbau kepada seluruh kepala OPD untuk melakukan safari Ramadhan di kampung halamannya.
“Seluruh kepala OPD, Sekretaris, Kepala Bidang dapat melakukan Safari Ramadhan di kampung nya masing – masing, seperti misalnya yang dari Bima bisa melakukan Safari Ramadhan di daerahnya dan ini sudah memiliki koordinatornya masing – masing,” jelas Doktor Najam. (Red)
