Papuk Iduk Ditemukan Meninggal  Mengapung Di  Bendungan Pandan Duri Lombok Timur

Lombok Timur, flashlombok.com – Tim SAR gabungan temukan seorang wanita lansia yang sebelumnya dilaporkan hilang terbawa arus sungai Desa Suradadi Kecamatan Terara, Lombok Timur sejak Kamis 9 Maret pukul  17.00 Wita dalam keadaan meninggal dunia. Korban diitemukan saat memasuki hari ketiga pencarian, Sabtu 11 Maret.

Kepala Kantor SAR Mataram,  Lalu Wahyu Efendi mengatakan, korban atas nama Papuq Iduk, 70 tahun, ) merupakan warga Desa Suradadi  ini, ditemukan mengambang di Bendungan Pandan Dure, Lombok Timur. “Ditemukan pukul 09.30 Wita, selanjutnya dievakuasi ke rumah duka,” kata Wahyu, Sabtu 11 Maret.

Diinformasikan,  korban terakhir terlihat berada dekat sumur yang berada di pinggir sungai. Saat mandi tiba-tiba air meluap dan lansia tersebut hilang terbawa arus.

Sebelumnya tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan menyisir aliran sungai dari lokasi kejadian hingga ke Bendungan Pandan Dure sejauh 3 Kilometer. Disamping itu, pencarian juga dilakukan dengan menggunakan alat Aqua Eye dan penyelaman.

Unsur yang terlibat dalam pencarian,  antara lain tim rescue Pos SAR Kayangan, TNI, Polri, Pemadam Kebarakan Lombok Timur, BPBD Lombok Timur, Unit SAR Lombok Timur, MRI,  warga setempat dan unsur lainnya.

Diberitakan sebelumnya, dilaporkan kondisi membahayakan manusia in, i diterima pihaknya dari Unit SAR Lombok Timur pada Kamis malam. Personil dari Pos SAR Kayangan diterjunkan dalam menindak lanjuti informasi yang diterima.

Hingga memasuki pencarian hari kedua, tim rescue Pos SAR Kayangan, TNI, Polri, Unit SAR Lombok Timur, warga setempat dan unsur lainnya telah melakukan penyisiran sungai dari lokasi kejadian hingga Bendungan Pandan Dure.

“Jarak penyisiran yang sudah ditempuh sejauh 3 Kilometer, dari lokasi kejadian  hingga Bendungan Pandan Dure,”  rincinya.

Disamping itu, penggunaan alat Aqua Eye juga dilakukan, terutama saat melakukan pencarian di area bendungan. Bahkan digunakan juga  Aqua Eye untuk mencari korban untuk melihat  ke bawah air.

“Penyelaman juga dilakukan saat melakukan pencarian di bendungan,  sesuai posisi yang ditunjukkan oleh alat Aqua Eye,” tambahnya.

Hingga waktu menunjukan jam 6 sore pada hari jumat, tim SAR gabungan belum menemukan keberadaan korban. Pencarian pun dihentikan sementara,  dan unsur yang terlibat melaksanakan evaluasi untuk rencana pencarian esok hari. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *