Banjir Terjang Kota Bima dan Kabupaten Bima

Bima, flashlombok.com – Hujan deras yang disertai angin kencang di wilayah Kecamatan Wawo Kabupaten Bima Minggu, 5 Maret pukul 17.30 Wita, mengakibatkan meluapnya sungai di Kota Bima, mengakibatkan 10 kelurahan terendam banjir. Dari kejadian tersebut setidaknya 55 Kepala Keluarga dan 584 jiwa terdampak serta lahan persawahan terendam banjir.

Banjir  terjadi pukul 19.08 Wita,  menggenangi Kelurahan Kko’do, Kumbe, Oimbo, Sambinae, Panggi, Rontu,Pparuga, Pane, Raba Dompu Barat, dan kelurahan Dara. Kondisi saat ini di lokasi sudah kondusif,  serta tidak ada korban jiwa. Masyarakat tetap dihimbau waspada terhadap kondisi cuaca, karena beberapa wilayah di NTB berdasarkan prakiraan BMKG masih dalam musim penghujan.

Sementara di Kabupaten Bima, pada waktu bersamaan juga terjadi banjir yang  menggenangi tiga kecamatan,  yakni Kecamatan Wawo,Kkecamatan Lambitu dan Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima.

Dari  kejadian tersebu, setidaknya 19 Kepala Keluarga dan 60 jiwa terdampak,  serta tiga infastruktur mengalami kerusakan,  diantaranya satu  talud sungai rusak berat, satu  drainase rusak ringan, satu  jembatan di desa taloko rusak berat.

Fasilitas umum yang rusak, seperti Kantor Camat, KUA Wawo dan Kantor Pos di Kecamatan Wawo,  serta satu rumah panggung hanyut terbawa arus banjir. Tidak ada korban jiwa akibat banjir ini, dan di lokasi air sudah berangsur-angsur  surut.

Seperti dilansir BPBD NTB,  BPBD Provinsi NTB melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Bima dan Kota Bima, serta stakeholder terkait. BPBD Provinsi NTB melakukan Koordinasi dengan BMKG terkait perkembangan cuaca,

Pusdalops-PB BPBD Provinsi NTB melakukan penyebaran informasi melalui Media sosial, BPBD Kabupaten Bima juga  melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) telah melakukan kaji cepat serta koordinasi dengan stekholder terkait dan pemerintah Desa terdampak, untuk penanganan lebih lanjut.
Himbauan BMKG, Seruakan dingin dari benua Asia, aktifnya monsun Asia dan adanya pusat tekanan rendah yang terjadi di wilayah Utara Australia,  memicu terjadinya angin kencang dan hujan lebat yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia bagian Selatan termasuk NTB dalam beberapa hari kedepan.

Masyarakat diharapkan dapat terus waspada akan adanya potensi bencana hidrometeorologis seperti banjir, angin kencang dan tanah longsor,  yang terjadi pada periode peralihan musim hujan menuju musim kemarau yang sedang berlangsung di NTB saat ini. Masyarakat juga dihimbau untuk mewaspadai potensi terjadinya cuaca ekstrem yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *