Ricuh, Warga Tumpak Demo Kantor Bupati Lombok Tengah

Lombok Tengah, flashlombok.com – Aksi unjuk rasa yang dilakukan ratusan warga Desa Tumpak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, ricuh, lantaran mereka menerobos barikade keamanan yang menghalau mereka masuk ke kantor bupati.

Pengunjuk rasa nekad masuk, karena pejabat pemerintah daerah, baik bupati, wakil bupati maupun sekda tak kunjung keluar, padahal mereka sudah lama orasi di depan kantor bupati. Mereka menolak untuk dialog dengan kepala PUPR dan kepala BPBD yang menemui mereka.

Aksi saling dorong antara pengunjuk rasa pun tak terhindarkan , namun keinginan pengunjuk rasa untuk menemui kepala daerah pun gagal, karena tetap dihalau oleh aparat kepolisian yang telah memagar betis pintu masuk kantor bupati.

Pengunjuk rasa melakukan aksi, karena sudah lebih dari tiga bulan, jembatan di Desa Tumpak putus, namun tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah daerah. Padahal, jembatan itu satu-satunya penghubung  jalur pariwisata ke desa mereka. Dan akibat jembatan putus itu, telah banyak menelan korban yang mengalami kecelakaan.

Pengunjuk rasa mengancam akan mengerahkan masa lebih besar lagi, jika dalam bulan Februari ini, jembatan yang rusak di desa mereka tidak diperbaiki oleh pemerintah daerah.

Kepala Dinas PUPR Lombok Tengah, Lalu Rahadian, menjelaskan, jembatan Desa Tumpak yang putus itu, sebenarnya sudah ada anggarannya. Pemda sudah menyiapkan sekitar 350 juta untuk perbaikannya. Namun tentu harus melalui proses dulu, termasuk harus ditender pekerjaannya, dan sudah dipastikan akan dikerjakan dan warga diminta untuk bersabar menunggu proses itu. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *