Kantor Bahasa NTB Launching Sepuluh Buku Cerita Rakyat

Mataram, flashlombok.com – Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, launching sepuluh buku cerita berbahasa daerah ditambah dalam bentuk bahasa Indonesia. Sebelum kesepuluh buku tersebut disebarkan, dilakukan Kegiatan Diseminasi dan Uji Keterbacaan Produk Penerjemahan Cerita Anak Berbahasa Daerah, untuk mengetahui sejauh mana efektivitas dari buku buku tersebut.

Kepala Kantor Bahasa NTB, Dr. Puji Retno Hardiningtyas menjelaskan kesepuluh buku yang diterbitkan tersebut, tiga buku dalam Bahasa Samawa, dua buku dalam Bahasa Mbojo dan lima buku dalam Bahasa Sasak, termasuk terjemah yang berbahasa Indonesia juga, agar mudah dipahami.

Pada saat diseminasi, diikuti oleh siswa kelas tiga dan kelas lima sekolah dasar negeri yang ada di Kota Mataram, didampingi oleh guru dari masing-masing sekolah. Dimana sebagian besar penulis dan penerjemah buku tersebut adalah dari kalangan guru.

Buku-buku ini nantinya, setelah dilombakan dan dinilai oleh dewan juri, baru disimpulkan apakah sudah layak untuk disebar ke sekolah yang ada di Nusa Tenggara Barat, sesuai zonanya, untuk menjadi panduan bagi siswa belajar.

Di Nusa Tenggara Barat sendiri, banyak ditemukan cerita rakyat dan sastra daerah, sehingga perlu dilakukan antisipasi, caranya dengan diadakan lomba, sehingga nantinya akan menghasilkan buku cerita rakyat yang berkualitas sesuai daerah masing-masing.

Diharapkan kedepannya, agar menjadi satu paket antara penerjemah dengan penulis sehingga tidak terjadi kesalahan dalam materinya, dimana hal tersebut masih menjadi kendala di daerah ini.

Kepala Kantor Bahasa NTB, menambahkan, tahun 2023 mendatang, ditargetkan akan dilombakan sebanyak enam puluh cerita rakyat, dimana cerita rakyat dari Samawa dua puluh cerita, Mbojo dua puluh cerita dan Sasak dua puluh cerita juga.

Sehingga nantinya akan lahir dua puluh penulis, dua puluh penerjemah dan dua puluh illustrator dari Nusa Tenggara Barat. Bukunya akan diterbitkan sebagai bahan pengayaan bahasa daerah Sasambo.

Sementara itu Emma S Nababan, Koordinator Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional KKLP Penerjemahan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menjelaskan, untuk memenuhi pengayaan cerita anak di NTB termasuk yang menonjol, sehingga diberikan tugas untuk mengisi kekosongan itu.

Harapannya selain untuk memenuhi kebutuhan buku dan kearifan lokal, agar anak lebih dekat dengan bahasa daerah dalam revitalisasi bahasa daerah, dengan bahan panduan yang sudah ada sekarang ini.

Di Indonesia sendiri sudah ada lebih dari tujuh ratus buku yang terkait cerita rakyat yang tersebar di seluruh Provinsi di tanah air. Sementara hasil penerjemahan bahasa asing ke bahasa Indonesia sudah banyak juga. Untuk  tahun 2020 saja  sebanyak  1.372,  tahun 2021 sebanyak 1.251 dan tahun depan 2022 ini sebanyak  1.250 buku.

Di NTB sendiri termasuk daerah yang sangat gencar melakukan literasi, semoga hasilnya bagus dan bisa dibaca oleh siswa sebagai panduan di sekolah masing-masing. Bahkan di NTB sendiri sudah memiliki empat orang penerjemah yang sudah terlatih oleh sekretaris kabinet.

Salah seorang guru SDN 1 Cakranegara, Ni Nyoman Suastini menjelaskan selama ini sudah diterapkan belajar bercerita cerita rakyat di sekolah, dan murid sangat antusias untuk mengikutinya, pada saat literasi. Kendala belum ada ahli bahasa yang membantu guru dan murid yang menguasai bahasa, khusus di Lombok diperlukan penerjemah bahasa sasak yang lebih banyak. Diharapkan dari Kantor Bahasa datang ke sekolah-sekolah untuk memberikan motivasi ke siswa dan guru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *