Dinas LHK NTB Bersama Berbagai Pihak Dukung Pengelolaan Wisata Dengan Bersih-Bersih Pulau Kenawa

Dinas LHK, IAGI Pengda NTB, DLH KSB, BKSDA NTB, KNPI KSB dan Mahasiswa Fakultas Pertambangan Universitas Cordova Saat Bersih-Bersih di Pulau Kenawa, Minggu (08/11/2020).

Sembawa Barat, flashlombok.com – Sebagai rangkaian dari IAGI Goes to KSB, Dinas LHK bersama-sama dengan IAGI Pengda NTB, DLH KSB, BKSDA NTB, KNPI KSB dan Mahasiswa Fakultas Pertambangan Universitas Cordova, Mengadakan Kegiatan Clean Up di Pulau Kenawa, Minggu (08/11/2020).

Kegiatan yg dilaksanakan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya DLHK memastikan bahwa semangat Zero Waste makin melekat pada kelompok-kelompok masyarakat, salah satunya mahasiswa.

Firmansyah selaku Kabid Pengelolaan Sampah dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan DLHK NTB, menyebut bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Zero Waste Goes To Campus yang dilaksanakan sehari sebelumnya.

“Pulau Kenawa merupakan salah satu Destinasi Wisata unggulan di KSB dan lokasinya juga berada di salah satu Desa Wisata. Kita ingin agar Zero Waste bisa terintegrasi dengan program Desa wisata,” tutupnya.

Ketua IAGI NTB, Kusnadi mengatakan bahwa IAGI Goes to KSB merupakan contoh kolaborasi luar biasa antara program Zero Waste dengan program-program lainnya. “Kami berharap agar kegiatan kolaborasi semacam ini akan terus terjadi pada seluruh program prioritas. IAGI siap mendukung pemerintah Provinsi NTB secara all out,” tegas Kusnadi biasa disapa Mas Kus.

Di kesempatan yang sama, perwakilan dari Universitas Cordova, Trisman, ST, MP mengatakan bahwa Universitas Cordova ingin menjadi yang terdepan dalam mendukung program Zero Waste.

“Melalui peran akademisi dan mahasiswa, Universitas Cordova akan mendorong dan terlibat aktif untuk membangun destinasi wisata berbasiskan geologi dengan memastikan prinsip Zero Waste sebagai upaya kelola lingkungan,” Ungkap Trisman perwakilan dari Universitas Cordova

Kepala bidang PSPPL selanjutnya mengatakan bahwa sinergitas para pihak ini akan terus direplikasi ke kabupaten/kota lainnya dan bersama dengan para pihak lain. “Tidak ada cara dan pihak yang tunggal untuk menyelesaikan persoalan sampah, harus dengan banyak cara, harus dengan banyak pihak,” pungkasnya

Kegiatan ditutup dengan pemasangan papan himbauan di depan pintu kedatangan di Pulau Kenawa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *