Ancam Ibu dengan Parang di Terminal Mandalika, Seorang Pria Diamankan Polisi

Mataram, flashlombok.com – Seorang ibu yang berjualan di kawasan Kompleks Terminal Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, merasa ketakutan setelah mendapat ancaman menggunakan senjata tajam dari anaknya sendiri. Merasa terancam, sang ibu akhirnya meminta bantuan kepolisian melalui layanan 110, Rabu (04/11/2026) .

Peristiwa tersebut bermula ketika seorang pria mendatangi ibunya yang sedang berjualan di kawasan terminal untuk meminta uang sebesar Rp150 ribu. Namun, sang ibu meminta anaknya untuk terlebih dahulu membantu pekerjaan sebelum memberikan uang.

Karena tidak ingin terjadi pertengkaran, sang ibu akhirnya memberikan uang sebesar Rp100 ribu. Akan tetapi, jumlah tersebut tidak sesuai dengan keinginan anaknya. Pria itu kemudian diduga mengancam ibunya menggunakan sebilah parang hingga sang ibu ketakutan dan terpaksa memberikan uang sesuai permintaan.

Setelah mendapatkan uang tersebut, pria itu sempat meninggalkan lokasi. Namun, beberapa waktu kemudian ia kembali mendatangi tempat ibunya berjualan dan kembali melontarkan ancaman sambil membawa senjata tajam.

Situasi pun sempat menegangkan dan menarik perhatian warga serta orang-orang yang berada di sekitar terminal. Sejumlah warga berupaya menenangkan sekaligus mengamankan pria tersebut agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan.

Menerima laporan melalui layanan 110, personel Polsek Sandubaya langsung bergerak menuju lokasi. Petugas kemudian mengamankan situasi di sekitar tempat kejadian, memastikan kondisi sang ibu, serta mengamankan sementara pria tersebut untuk meredakan ketegangan.

Kapolsek Sandubaya, AKP Novit Haru Prasetyo, S.Tr.K., S.I.K., membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa personelnya segera mendatangi lokasi setelah menerima aduan masyarakat melalui layanan 110.

“Begitu menerima informasi tersebut, petugas langsung ke TKP untuk mengamankan situasi. Si anak kita amankan sementara sambil menenangkan. Sementara sang ibu kita pastikan kondisinya sampai tenang. Sang ibu merasa takut sehingga melaporkan kejadian tersebut lewat layanan 110,” jelasnya.

Kapolsek menegaskan, respons cepat personel dilakukan untuk mencegah situasi semakin memanas sekaligus memberikan rasa aman kepada korban dan masyarakat di sekitar lokasi.

Dalam kesempatan tersebut, personel juga mengimbau masyarakat agar turut berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Warga yang mengalami atau mengetahui adanya gangguan keamanan diminta segera menyampaikan laporan melalui layanan  110 agar dapat ditindaklanjuti petugas. (pmtr05/r01).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *