Cegah Perselisihan Pelajar Meluas, Polsek Mataram Fasilitasi Mediasi Libatkan Sekolah dan Orang Tua

Mataram, flashlombok.com – Polsek Mataram bergerak cepat meredam potensi konflik akibat perselisihan antarpelajar SMPN 7 Mataram. Untuk mencegah persoalan berkembang menjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), kepolisian memfasilitasi mediasi dengan mengedepankan pendekatan musyawarah dan kekeluargaan.
Mediasi berlangsung di Mapolsek Ampenan dengan melibatkan Lurah Pagutan, Lurah Pagutan Timur, kepala lingkungan Karang Buaya dan Presak Barat, pihak sekolah, perwakilan orang tua, serta para siswa yang terlibat perselisihan. Bhabinkamtibmas dan Babinsa dari wilayah terkait juga hadir untuk mendampingi jalannya pertemuan.
Kapolsek Mataram AKP Amrozi Hamidi, S.H., membenarkan langkah cepat yang dilakukan jajarannya. Ia menjelaskan, perselisihan bermula dari kesalahpahaman dan rasa tersinggung antarteman di lingkungan sekolah.
Namun, persoalan tersebut kemudian meluas hingga melibatkan lingkungan tempat tinggal masing-masing siswa, yakni Lingkungan Karang Buaya, Kelurahan Pagutan Timur, dan Lingkungan Presak Barat, Kelurahan Pagutan.
Mengantisipasi kemungkinan munculnya konflik yang lebih besar, kepolisian segera menginisiasi pertemuan dengan melibatkan berbagai pihak agar persoalan dapat diselesaikan secara damai.
“Kita upayakan penyelesaian persoalan ini melalui mediasi (problem solving) dengan melibatkan seluruh elemen, mulai dari pihak sekolah, tokoh masyarakat, hingga orang tua. Pendekatan ini penting agar permasalahan anak-anak kita tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar di masyarakat,” ujar AKP Amrozi.
Dalam pertemuan tersebut, para kepala lingkungan menyerahkan proses pembinaan lebih lanjut kepada pihak sekolah dan orang tua. Hal itu mengingat sebelumnya telah ada kesepakatan damai yang dibuat di lingkungan sekolah.
Di sisi lain, pihak sekolah menegaskan bahwa aturan dan konsekuensi tata tertib tetap harus dijalankan sebagai bagian dari proses pendidikan. Langkah tersebut dinilai penting agar para siswa memahami tanggung jawab atas tindakan masing-masing dan kejadian serupa tidak menjadi contoh bagi siswa lainnya.
Pihak sekolah juga menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi pertemuan lanjutan guna melakukan pembinaan terhadap para siswa pada hari berikutnya.
Lurah Pagutan Timur dalam kesempatan itu turut mengingatkan para pelajar agar tidak mudah terpancing emosi dan selalu mengedepankan penyelesaian masalah secara baik-baik. Ia juga menegaskan bahwa pencegahan kekerasan terhadap anak menjadi perhatian khusus pemerintah daerah demi menjaga Kota Mataram tetap aman dan kondusif.
Sebagai langkah antisipasi, Kapolsek Mataram menginstruksikan Bhabinkamtibmas bersama Babinsa untuk mendampingi pertemuan lanjutan dengan menghadirkan seluruh orang tua siswa yang terlibat. Pendampingan ini diharapkan dapat memperkuat pengawasan sekaligus memastikan proses pembinaan berjalan dengan baik.
Kapolsek juga mengajak para orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas dan pergaulan anak sehari-hari, termasuk penggunaan media sosial agar tidak menjadi pemicu kesalahpahaman maupun perselisihan baru.
Ia turut mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap kejadian yang berpotensi mengganggu kamtibmas melalui layanan Call Center Polisi 110.
Melalui mediasi dan pembinaan bersama ini, Polsek Mataram berharap persoalan antarpelajar dapat diselesaikan secara tuntas tanpa berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat. Sinergi antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan lingkungan dinilai menjadi kunci dalam melindungi generasi muda dari tindakan kekerasan. (pmtr03/r01).
