Laporan Tawuran Pelajar via Call Center 110, Polsek Sandubaya Langsung Turun Tangan

Mataram, flashlombok.com – Respons cepat ditunjukkan jajaran Polsek Sandubaya setelah menerima laporan warga terkait dugaan aksi tawuran pelajar di depan SMAN 8 Mataram, Jalan Lingkar Selatan, Kelurahan Dasan Cermen, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram.
Laporan tersebut diterima melalui layanan Call Center 110. Tak ingin situasi berkembang menjadi aksi kekerasan, sejumlah personel Polsek Sandubaya langsung bergerak menuju lokasi di bawah pimpinan Kapolsek Sandubaya AKP Novit Haru Prasetyo, S.Tr.K., S.I.K.
Setibanya di lokasi, petugas mendapati sejumlah pelajar masih terlihat berkumpul di sekitar jalur tersebut. Polisi kemudian memberikan imbauan sekaligus membubarkan para pelajar untuk mencegah terjadinya bentrokan.
Para pelajar diminta segera pulang ke rumah masing-masing dan tidak berkeliaran atau nongkrong menggunakan seragam sekolah. Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi, mengingat keberadaan pelajar berseragam di luar sekolah berpotensi menimbulkan persoalan keamanan maupun berdampak terhadap citra sekolah.
Kapolsek Sandubaya AKP Novit Haru Prasetyo mengatakan, begitu menerima informasi dari masyarakat, pihaknya langsung menyiapkan personel untuk melakukan pengamanan di lokasi.
“Ada dugaan aksi tawuran pelajar yang disampaikan warga kepada pihak kepolisian melalui Call Center 110. Karena lokasinya berada di wilayah hukum Polsek Sandubaya, kami segera mengamankan lokasi,” ujar Kapolsek , Jumat (18/09/2026).
Kehadiran polisi membuat para pelajar yang sebelumnya masih berkumpul langsung membubarkan diri. Petugas memastikan situasi di sekitar lokasi kembali aman dan kondusif.
Kapolsek menjelaskan, hingga saat ini belum diketahui secara pasti apakah dugaan aksi tersebut melibatkan pelajar dari sekolah yang berbeda atau terjadi antarpelajar dari sekolah yang sama. “Jadi saat kami tiba di lokasi, gerombolan pelajar sudah mulai membubarkan diri. Belum diketahui secara jelas apakah tawuran tersebut melibatkan antar sekolah atau antar pelajar di sekolah tersebut,” jelasnya.
Beruntung, tidak ada korban dalam kejadian tersebut. Berdasarkan informasi awal yang diterima kepolisian, aksi tersebut diduga baru akan dimulai ketika petugas tiba di lokasi. “Tidak terjadi korban, karena berdasarkan keterangan aksi tersebut diduga baru akan dimulai. Namun petugas kita tiba di waktu yang tepat, sebelum peristiwa itu terjadi. Kita langsung bubarkan,” tegasnya. (pmtr18/r01).
