Sosialisasi Literasi Digital Guna Pencegahan Kekerasan Seksual Berbasis Online

Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat
Sosialisasi Literasi Digital Guna Pencegahan Kekerasan Seksual Berbasis Online Pada Sekolah Madrasah Aliah AL – Hamidiyah NW Sidemen Batu Layar Lombok Barat
Oleh : Novita Maulida (Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Mataram)
Di Era digital pada saat ini dimana teknologi mempengaruhi hampir setiap aspek didalam kehidupan kita baik di informasi dan komunikasi. Dengan akses internet yang lebih mudah, telah mengubah cara kita berkomunikasi, belajar, berinteraksi, dan bekerja. Era ini telah mempengaruhi seluruh zaman yang sudah ada sebelumnya dengan cepatnya perubahan yang terjadi.
Oleh karena itu, literasi digital juga memiliki peran yang penting dalam era digital yang bergerak semakin cepat ini terutama bagi anak-anak muda. Anak-anak muda di Indonesia juga sudah terbiasa dengan era digital saat ini yang menjadikan teknologi sebagai kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari yang tidak bisa ditinggalkan.
Penggunaan teknologi juga sudah menjadi standar minimum dalam kehidupan sehari-hari guna untuk mengikuti informasi terkini yang ada. Menurut hasil pengukuran Indeks Literasi Digital Indonesia 2021 yang digelar oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Katadata Insight Center (KIC). Secara keseluruhan, Indeks Literasi Digital Indonesia 2021 mencapai 3.49 dari skala 1-5, atau naik dari pencapaian tahun sebelumnya 3.46.
Dari data tersebut, bisa kita lihat bahwa dengan kemajuan era digital saat ini, juga mempengaruhi kemampuan literasi digital di Indonesia. Para anak-anak muda Indonesia dapat menjadi sosok yang dapat berperan penting dalam era digital. Hal ini dapat memungkinkan penggunaan teknologi yang semakin efektif dan semakin terampil guna memajukan Indonesia.
Maraknya kekerasan berbasis gender online (KBGO) atau KBG yang difasilitasi teknologi dapat didefinisikan sebagai tindakan yang dilakukan melalui medium teknologi dengan niatan atau maksud melecehkan korban berdasarkan gender atau seksual. Jika tidak berdasarkan gender, maka kekerasan tersebut dapat dikategorikan sebagai kekerasan umum di ranah digital. Kekerasan online tersebut penting dibedakan, karena bentuk kekerasan akan menentukan upaya pencegahan dan solusi yang dilakukan. Berbeda dengan kekerasan yang terjadi di dunia nyata, ketika terjadi KBGO maka solusinya bukan semata penegakan hukum.
Yang itupun masih mengalami banyak kendala dalam penerapannya. KBGO memerlukan intervensi yang mampu mengubah cara pandang pelaku terkait relasi gender dan seksual dengan korban. Tanpa intervensi, pasca hukuman pun, pelaku akan hidup dengan cara pandang yang sama terhadap relasi gender dan seksual yang bias.
Dari berbagai macam jenis kekerasan berbasis online yang sering kita jumpai saat ini maka diperlukan pengawasan secara menyeluruh terutama pada remaja untuk bagaimana mereka bisa memilih dan memilah sekiranya hal apa saja yang dapat mereka lakukan jika hal hal tersebut dirasa sudah mengarah ke ranah kekerasan berbasis online, sehingga nantinya diharapkan para remaja atau anak anak muda dapat lebih awas terhadap hal hal yang akan terjadi terutama pada kekerasan seksual yang berbau online.
Pada kesempatan ini penulis ingin memberikan edukasi pada salah satu sekolah yaitu Madrasah Aliyah Al Hamidiyah NW Sidemen Kecamatan Batu Layar Lombok Barat.
Dalam kegiatan yang dilakukan metode yang digunakan dalam pelaksanaan ini dengan Sosialisasi/Pelatihan selama satu hari di Sekolah MA – Al Hamidiyah NW Sidemen Lembah Sari Kecamatan Batu Layar Kabupaten Lombok Barat. Pelaksanaan sosialisasi menggunakan alat bantu berupa laptop, proyektor, kamera, dan jaringan WiFi atau paket data masing masing siswa yang menggunakan smartphone.
Kegiatan program Pengabdian Kepada Masyarakat yang diusulkan akan menggunakan pendekatan pendidikan orang dewasa (Andragogy learning approach) dalam meningkatkan pengetahuan siswa/i. Prinsip-prinsip action learning akan digunakan sehingga proses sosialisasi dan pembelajaran direncanakan dengan baik, kegiatan pendampingan terlaksana secara terstruktur dan sesuai kebutuhan, hasilnya dapat diobservasi serta dilakukan refleksi terhadap hasil kegiatan.

Berdasarkan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan pada hari Sabtu, 18 April 2026 di Sekolah Madrasah Aliah Al – Hamidiyah NW Sidemen batu Layar Lombok Barat. Memuat sejumlah capaian atau hasil kegiatan, antara lain:
- Sebanyak 22 siswa/i telah mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Sosialisasi Literasi Digital Guna Pencegahan Kekerasan Seksual Berbasis Online Pada Sekolah Madrasah Aliah Al – Hamidiyah NW Sidemen Batu Layar Lombok Barat” dan siswa/i sangat antusias menyimak rangkaian acara sejak awal hingga akhir yang ditutup dengan foto bersama.
- Kegiatan pengabdian menambah pengetahuan para siswa/i khususnya dalam hal bagaimana kejahatan seksual berbasis online yang merebak dari berkembangnya seiring dengan pesatnya teknologi internet saat ini, sehingga diharapkan siswa dapat mawas diri, waspada, dan benar benar bisa mengedukasi diri dan lingkungan sekitarnya.
- Meningkatnya kesadaran, pengetahuan dan kepedulian siswa/i dalam memilih,memilah segala informasi berbasis online mengenai bentuk bentuk pelecehan seksual dan segala bentuk pencegahan dan penanganannya. Sehingga dapat menyaring segala jenis tindak pelecehan berbasis online yang mengakibatkan kerugian bagi masyarakat luas dan sebagai siswa/siswi diharapkan dapat menjadi media penyebar informasi yang sehat dan bersih sesuai fakta pada masyarakat sekitar.
Dari simpulan pengabdian yang telah dilaksanakan, disarankan agar semakin memperbanyak pelaksanaan kegiatan-kegiatan sejenis dengan menjangkau dan melibatkan siswa sekolah menengah atas ataupun masyarakat yang lebih banyak, sehingga sektor pendidikan mampu memberikan kontribusi dan edukasi terhadap kemajuan dan kecerdasan anak bangsa untuk kedepannya. (*)
