Lima Pesan Kapolda NTB Saat Pimpin Anev

Mataram, flashlombok.com – Kapolda NTB Irjen Pol. Hadi Gunawan, S.H., S.I.K., menegaskan meski tren kejahatan pada triwulan 3 2024 mengalami peningkatan sebesar 2,13 persen dibandingkan triwulan sebelumnya, tercatat 1.915 kasus, upaya penyelesaian kasus justru sedikit menurun. Jumlah kasus yang berhasil diselesaikan pada triwulan 3 tercatat 1.208 kasus, turun 107 kasus dari triwulan 2 yang mencapai 1.315 kasus.
“Kita harus terus mengoptimalkan kinerja, terutama dalam menangani kejahatan konvensional seperti pencurian dengan kekerasan dan pencurian kendaraan bermotor,” tegas Kapolda NTB saat memimpin Rapat Analisa dan Evaluasi (Anev) kinerja Triwulan 3 Tahun 2024 lingkup Polda NTB, Selasa (22/10/2024).
Kapolda juga menyampaikan sejumlah pesan penting dalam dalam Anev kinerja Triwulan 3 Tahun 2024 lingkup Polda NTB. Salah satu topik utama yang disoroti Kapolda NTB, terkait pelaksanaan Operasi Zebra Rinjani 2024, yang bertujuan meningkatkan keselamatan berlalu lintas dan menjaga kondusifitas keamanan wilayah NTB, terutama dalam pengamanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024.
Kapolda juga menekankan pentingnya kolaborasi antara polisi, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menjaga ketertiban dan keamanan. “Kita perlu terus melibatkan masyarakat dalam pembinaan keamanan dan ketertiban, terutama di lingkungan kerja dan tempat tinggal,” ujarnya.
Seluruh polres polresta jajaran, untuk lebih giat mengedukasi masyarakat, tentang pentingnya menjaga ketertiban dan menjadi pelopor tanggung jawab di lingkungan masing-masing.
Kapolda NTB juga menegaskan pentingnya pelaksanaan Anev Operasi Mandalika Gatari 2024 secara konsisten, agar hasilnya dapat dimaksimalkan dan diterapkan di lapangan.
” Semua personel untuk terus mencari dan mengembangkan inovasi yang mudah diterapkan di lapangan, demi meningkatkan efektivitas pencegahan kejahatan,’’ tandasnya seraya mengingatkan jajarannya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Ditegaskan, polisi harus selalu berada di tengah masyarakat, memberikan pelayanan terbaik, dan menjadi sosok yang dihormati serta dicintai oleh masyarakat. ‘’Dalam mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban, dibarengi dengan koordinasi. “Kita harus mengingatkan pentingnya memperkuat koordinasi dengan tokoh masyarakat serta badan keamanan di setiap desa,” pungkasnya.
Pesan-pesan tersebut diharapkan dapat menjadi acuan bagi seluruh personel kepolisian, dalam menjalankan tugas di lapangan, memastikan jika keamanan dan ketertiban di NTB terus terjaga dengan baik, serta masyarakat merasa aman, nyaman dan terlindungi.(r01/pd22).
