Inovasi dan Partisipasi Masyarakat Jadi Kekuatan, Kelurahan Turida Tembus Penilaian Nasional

Mataram, flashlombok.com – Wakil Wali Kota Mataram, TGH. Mujiburrahman TGH. menekankan bahwa setiap inovasi yang terbukti memberikan dampak positif bagi masyarakat memiliki peluang untuk dikembangkan lebih luas.
Pemerintah Kota Mataram bahkan berkomitmen menjadikan inovasi dari perangkat daerah maupun kelurahan sebagai proyek percontohan (pilot project) apabila dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Setiap inovasi, baik dari OPD maupun kelurahan, jika memang berdampak bagi kemaslahatan masyarakat, akan kami dorong menjadi pilot project di Kota Mataram. Inovasi tidak boleh berhenti di atas catatan atau sekadar menjadi gagasan, tetapi harus diwujudkan menjadi solusi nyata,” kata wakil walikota saat menyambut Tim Klarifikasi Lapangan Penjaringan Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026 di Kantor Lurah Turida, Kamis (05/11/2026).
Keberhasilan sebuah kelurahan tidak hanya ditentukan oleh kinerja aparatur pemerintah, tetapi juga oleh sejauh mana masyarakat terlibat, berpartisipasi, dan memiliki kepedulian terhadap pembangunan di lingkungannya.
Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam menghadirkan berbagai inovasi yang memberikan manfaat nyata. “Penjaringan desa dan kelurahan berprestasi bukan sekadar kompetisi untuk meraih penghargaan, melainkan juga menjadi kesempatan untuk melihat sejauh mana pemerintahan di tingkat paling dekat dengan masyarakat mampu bekerja, berinovasi, dan menghadirkan manfaat bagi warganya,” tandasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap upaya kebaikan membutuhkan strategi yang tepat agar dapat diwujudkan secara maksimal. Karena itu, inovasi harus didukung komitmen dan pelaksanaan yang baik sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan masyarakat.
Wakil Wali Kota turut menyampaikan apresiasi atas kunjungan tim klarifikasi lapangan yang diharapkan menjadi pemacu semangat bagi jajaran kelurahan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pembangunan. Menurutnya, sehebat apa pun pemerintah, pembangunan tidak dapat dilakukan sendiri tanpa keterlibatan aktif masyarakat.
“Sehebat apa pun pemerintah, tidak bisa membangun sendiri. Pembangunan harus bersifat partisipatif dengan mengajak masyarakat ikut terlibat. Karena itu, partisipasi dan kepedulian masyarakat harus terus kita tumbuhkan,” tambahnya.
Tiga inovasi unggulan yang masuk tahap klarifikasi meliputi Olahan Makanan Balita Atasi Stunting (OMABAS), Kampung Lestari, serta pengembangan olahan daun kelor melalui program Morina Kingdom. Ketiga inovasi tersebut mengangkat potensi lokal dan melibatkan partisipasi masyarakat dalam menghadirkan solusi di bidang kesehatan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Tim Klarifikasi Lapangan Penjaringan Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026, Rudiarto Sumarwono, menjelaskan bahwa proses penilaian dibagi ke dalam enam regional. Kelurahan Turida berhasil terpilih sebagai juara Regional V yang meliputi Provinsi Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Maluku Utara.
“Apresiasi kami sampaikan kepada Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram, jajaran staf ahli, asisten, seluruh perangkat daerah, camat, serta lurah yang telah memberikan dukungan dalam proses penjaringan ini,” ungkap Rudiarto.
Ia menjelaskan, klarifikasi lapangan merupakan tahapan penting untuk memastikan kesesuaian antara paparan inovasi yang telah disampaikan dengan pelaksanaannya di lapangan, termasuk manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat.
“Melalui kunjungan ini, kami ingin melihat secara langsung ketiga inovasi yang telah dipaparkan oleh Lurah Turida, apakah sesuai dengan apa yang disampaikan serta bagaimana manfaatnya bagi masyarakat,” jelasnya.
Rudiarto Sumarwono berharap, melalui tahapan klarifikasi tersebut, seluruh inovasi yang dikembangkan Kelurahan Turida dapat tergambarkan secara utuh dan memberikan hasil penilaian terbaik. Hasil akhir penjaringan ini selanjutnya akan ditetapkan melalui rapat pleno tim penilai. (ikp05/mtr01).
