Kecamatan Mataram Raih Juara Umum, STQH Kota Mataram Berakhir

Mataram, flashlombok.com – Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) XXIX Tingkat Kota Mataram Tahun 2026 resmi ditutup oleh Wakil Wali Kota Mataram, TGH Mujiburrahman, di Venue Utama Lapangan Karang Genteng, Kelurahan Pagutan, Kota Mataram, Kamis malam (29/10/2026).
Pada perhelatan STQH XXIX Tingkat Kota Mataram Tahun 2026, Kecamatan Mataram selaku tuan rumah berhasil meraih juara umum dengan total nilai 185. Posisi kedua ditempati Kecamatan Ampenan dengan nilai 120, diikuti Kecamatan Selaparang di posisi ketiga dengan nilai 90.
Selanjutnya, Kecamatan Sekarbela menempati posisi keempat dengan nilai 70, Kecamatan Sandubaya di posisi kelima dengan nilai 45, dan Kecamatan Cakranegara berada di posisi keenam dengan nilai 25.
Gemerlap cahaya panggung Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) XXIX Tingkat Kota Mataram Tahun 2026 perlahan meredup seiring berakhirnya perhelatan dua tahunan tersebut. Namun, semangat untuk membumikan Al-Qur’an, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan melahirkan generasi Qur’ani diharapkan terus tumbuh di tengah masyarakat.
Kegiatan dengan mengusung tema “Membumikan Al-Qur’an, Merajut Ukhuwah, Menguatkan Iman, Mencerdaskan Generasi Qur’ani”, dihadiri sekitar 1.000 orang tersebut mendapat pengamanan langsung dari Kapolsek Mataram, bersama personel gabungan, memastikan seluruh rangkaian acara berjalan tertib hingga selesai.

Wakil Wali Kota Mataram menyampaikan bahwa Al-Qur’an merupakan pedoman hidup yang harus senantiasa dipelajari, dipahami, dan diamalkan. Selain menjadi tuntunan dalam menjalani kehidupan, Al-Qur’an juga memiliki peran penting sebagai perekat dan pemersatu umat, terutama di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Kepada seluruh masyarakat Kota Mataram, mari kita jadikan Al-Qur’an sebagai pemersatu. Kita tingkatkan ukhuwah Islamiyah melalui kegiatan-kegiatan positif seperti yang kita laksanakan malam ini,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa orang-orang yang mempelajari, menekuni, dan mengamalkan Al-Qur’an memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT. Karena itu, seluruh peserta STQH patut mendapatkan penghargaan atas kesungguhan mereka dalam mempelajari dan mendalami nilai-nilai Al-Qur’an.
“Kepada semua peserta, saya mengucapkan selamat. Sesungguhnya, kalian semua adalah pemenang. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Allah memiliki keluarga dari kalangan manusia, yaitu mereka yang senantiasa mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an. Mereka adalah orang-orang istimewa di sisi Allah SWT. Karena itu, mari kita hormati, hargai, dan terus berikan dukungan kepada mereka,” ungkapnya.
TGH Mujiburrahman berharap pelaksanaan STQH dapat menjadi pemicu bagi masyarakat untuk semakin meningkatkan perhatian terhadap kehidupan akhirat melalui amal saleh dan berbagai kegiatan yang membawa manfaat bagi kehidupan dunia maupun akhirat.
“Karena mau tidak mau, suka tidak suka, kita akan kembali kepada kehidupan yang sesungguhnya, yaitu kehidupan akhirat. Negeri akhirat adalah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya manusia mengetahui. Oleh karena itu, kita membutuhkan berbagai perantara melalui kegiatan dan amalan yang memberikan dampak positif bagi kehidupan akhirat,” pungkasnya. (ikp20/mtr01).
