Kepala BPOM RI Tanam Pohon dan Dialog Bersama Santri di Ponpes Nurul Haramain Narmada

Kepala BPOM RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D Menyerahkan Bibit Jati Putih Kepada Ketua Yayasan Ponpes Nurul Haramain NWDI Narmada
Lombok Barat, flashlombok.com – Ratusan santri dan satriwati Pondok Pesantren Nurul Haramain NWDI Narmada, Kabupaten Lombok Barat, NTB, sangat antusias mengikuti dialog dengan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D.
Dialog yang dipusatkan di Pondok Pesantren Haramain pada Rabu (8/9/2026) tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan kunjungan kerja Kepala BPOM di Pulau Lombok. Termasuk memberikan kuliah umum dan Kampus Universitas Mataram, dengan thema membangun kepemimpinan berbasis neurosains, untuk menghadapi tantangan nasional dan global.
Kepala BPOMRI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D, selain melakukan dialog dengan para santri dan santriwatu, juga melakukan penanaman pohon di Pondok Pesantren Nurul Haramain NWDI Narmada.
Kunjungan ke lembaga pendidikan keagamaan ini bertujuan untuk membangun kolaborasi antara Akademisi, Pelaku Usaha, dan Pemerintah atau yang dikenal dengan Sinergi ABC (Academia, Business, Government).
Sinergi tiga pilar tersebut diharapkan dapat mempercepat layanan publik sekaligus mendorong pengembangan potensi industri lokal, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di bidang obat bahan alam, suplemen kesehatan, dan kosmetik.

Kepala BPOM RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D Dialog dengan Santri
Ketua Yayasan Pondok Pesantren Nurul Haramain NWDI Narmada, Hasanain Djuaini, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menjelaskan kawasan pesantren berdiri di atas lahan seluas sekitar 10 hektare yang mencakup area asrama santriwati.
“Selain lahan utama tersebut, pesantren ini juga mengelola dua lokasi demonstration plot lainnya, masing-masing lahan seluas 50 hektare dan ada juga yang 20 hektare,” rincinya.
Menanggapi potensi lahan yang luas tersebut, Kepala BPOM menyambut positif dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas untuk pemanfaatan tanaman obat bahan alam secara berkelanjutan.
“Langkah kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan sekitar pesantren, tetapi juga mendukung kemandirian pasokan bahan baku obat bahan alam berbasis potensi lokal,” ujar Prof. Taruna.
Selain penanaman pohon, forum dialog interaktif ini juga dimanfaatkan BPOM untuk memberikan pemahaman kepada para santri dan pengelola pondok pesantren mengenai pentingnya pengawasan obat dan makanan yang aman, bermutu, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Melalui rangkaian agenda kunjungan kerja di Lombok ini, BPOM berharap dapat merangkul berbagai elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam mendukung kemandirian produk obat bahan alam dan kosmetik secara nasional. (pmtr08/r01).
