Perkuat Suara Komunitas Lingkungan, Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Mataram Siapkan Pelatihan Citizen Journalism di Lombok Tengah

Lombok Tengah, flashlombok.com – Perubahan iklim tidak hanya menghadirkan persoalan lingkungan, tetapi juga tantangan bagi masyarakat dalam mendokumentasikan dan menyuarakan berbagai perubahan yang mereka alami di lingkungan sekitar.
Berangkat dari persoalan tersebut, tim dosen Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik, Universitas Mataram melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pelatihan Citizen Journalism sebagai Strategi Dokumentasi Dampak Perubahan Iklim bagi Komunitas Lingkungan di Kabupaten Lombok Tengah, NTB.” Kegiatan dilaksanakan di Lembah Datu, Dusun Gelogor, Desa Pemepek, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, dengan melibatkan komunitas dan pengelola lingkungan setempat.
Program ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mendokumentasikan berbagai persoalan, perubahan, serta praktik baik terkait lingkungan melalui produk jurnalistik sederhana, terutama video yang diproduksi menggunakan smartphone.
Kegiatan PkM diketuai oleh Ida Ayu Sutarini, S.Sn., M.Ds., bersama Dian Lestari Miharja, S.P., M.A., Novita Maulida, S.Sos., M.Med.Kom., YY Wima Riyayanatasya, S.I.Kom., M.A., dan Eka Putri Paramita, S.P., M.A. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Mataram dalam proses pendampingan masyarakat.
Kabupaten Lombok Tengah menghadapi berbagai ancaman yang berkaitan dengan perubahan iklim dan bencana, mulai dari kekeringan, longsor, cuaca ekstreem, hingga kebakaran hutan dan lahan. Di sisi lain, sejumlah komunitas lingkungan telah melakukan berbagai bentuk adaptasi dan mitigasi, antara lain pengelolaan sampah, konservasi sumber air, dan penghijauan. Namun, berbagai praktik dan pengalaman tersebut belum seluruhnya terdokumentasi dan dipublikasikan secara luas.
Melalui pelatihan citizen journalism, masyarakat didorong agar tidak hanya menjadi sumber infromasi, tetapi juga mampu terlibat secara aktif dalam proses mencari, mendokumentasikan, menyusun, dan menyebarluaskan informasi yang berasal dari lingkungan mereka sendiri.

Pelatihan dirancang menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan menempatkan masyarakat sebagai peserta aktif. Materi yang diberikan meliputi perubahan dasar-dasar citizen journalism, teknik penulisan berita menggunakan prinsip 5W+1H, teknik video dan jurnalistik dengan smartphone. Agenda kegiatan juga menyediakan sesi praktik lapangan berupa observasi, wawancara, pengambilan foto dan video, dilanjutkan dengan produksi serta presentasi karya peserta.
Pemanfaatan smartphone menjadi bagian penting dalam kegiatna karena perangkat tersebut dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarkat. Melalui penguasaan teknik pengambilan gambar, penyusunan narasi, serta verifikasi informasi, perangkat komunikasi sehari-hari diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sarana dokumentasi dan publikasi isu lingkungan.
Selain meningkatkan kemampuan teknis, pelatihan juga memberikan perhatian terhadap aspek akurasi, etika, privasi, dan verifikasi informasi. Pemahaman tersebut penting agar kemudahan produksi dan penyebaran informasi melalui media digital tetap dibarengi dengan tanggung jawab untuk memastikan informasi yang disampaikan benar serta tidak merugikan pihak lain.
Kemampuan peserta dievaluasi melalui pre-test dan post-test serta evaluasi kegiatan. Produk berupa tulisan, foto, dan video diharapkan dapat dipublikasikan melalui kanal media yang dimiliki oleh komunitas sehingga informasi mengenai perubahan iklim dan kegiatan masyarakat dapat menjangkau khalayak yang lebih luas.
Melalui penguatan kapasitas citizen journalism, masyarakat diharapkan semakin mampu medokumentasikan perubahan lingkungan, menceritakan praktik adaptasi dan mitigasi yang telah dilakukan, serta menyampaikan kebutuhan dan pengalaman mereka kepada publik maupun pemangku kepentingan.
Dengan demikian, cerita mengenai perubahan iklim tidak hanya hadir melalui data dan laporan formal, tetapi juga melalui suara warga yang mengalami dan merespons perubahan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. (lth24/r01).
