Ketika Kecepatan Menjadi Jalan Menyelamatkan Nyawa, Mataram Siaga Stroke

Mataram, flashlombok.com –  Kota Mataram resmi dianugerahi predikat internasional sebagai Daerah Siaga Stroke (Angels Region) oleh Angels Initiative dan World Stroke Organization (WSO). Penghargaan tersebut diserahkan di Aula Pendopo Wali Kota Mataram, Rabu (16/9/2026).

Dalam perkara stroke, waktu bukan sekadar angka pada jam. Ia adalah jarak antara seseorang yang kembali berjalan seperti sediakala, dengan kemungkinan hidup dalam kecacatan. Setiap menit yang hilang dapat berarti bagian dari fungsi otak yang ikut hilang.

Karena itu, ketika Kota Mataram membangun sistem siaga stroke, yang sedang dibangun sesungguhnya bukan sekadar layanan kesehatan, melainkan sebuah ikhtiar untuk menyelamatkan lebih banyak kehidupan.

Ikhtiar itu kini mendapat pengakuan dunia dan Kota Mataram resmi dianugerahi predikat internasional sebagai Daerah Siaga Stroke (Angels Region) oleh Angels Initiative dan World Stroke Organization (WSO).

Predikat ini menempatkan Mataram sebagai daerah siaga stroke kedua di Indonesia, sekaligus yang pertama di Nusa Tenggara Barat dan Indonesia bagian timur.  Di balik penghargaan itu terdapat sebuah cerita tentang sistem yang dibangun bersama.

Rumah sakit, ambulans, tenaga kesehatan, pemerintah, hingga kader masyarakat ditempatkan dalam satu mata rantai pelayanan. Sebab menghadapi stroke, kecepatan di ruang IGD tidak akan banyak berarti jika pasien terlambat mengenali gejala atau salah memilih tempat pertolongan.

“Kita tidak sekadar berbicara soal penanganan stroke, tetapi kita berbicara soal membangun sistem. Keterlibatan tenaga medis di rumah sakit yang dipadukan dengan kesiapsiagaan masyarakat dan ribuan kader di lapangan menjadi satu kesatuan yang sangat penting dalam membangun kualitas kesehatan warga kita,” kata Wali Kota Mataram.

Fondasi sistem itu dibangun sejak 2023. RSUD H. Mohamad Ruslan Kota Mataram mengembangkan inovasi Pendekar Serasi—Penanganan Dini Emergency Kuratif Rehabilitasi Stroke Terintegrasi. Pada saat yang sama, tenaga kesehatan diperkuat melalui pelatihan dan sertifikasi berstandar internasional.

Hasilnya tidak berhenti pada sertifikat. RSUD H. Mohamad Ruslan berhasil mempertahankan Diamond Status dari WSO selama tiga tahun berturut-turut, sementara layanan Emergency Medical Services melalui PSC 119 meraih Gold Status.

Direktur RSUD H. Mohamad Ruslan, dr. Hj. Ni Ketut Eka Nurhayati, mengatakan inti dari seluruh sistem itu sederhana: jangan biarkan waktu terbuang.  “Sejak tahun 2023 sampai saat ini, ada sekitar 234 pasien yang sudah berhasil kita selamatkan dari kecacatan dan kematian akibat stroke. Mereka tidak jadi cacat dan bisa pulang beraktivitas seperti sediakala,” ungkapnya.

Golden period penanganan stroke menjadi kunci. Pasien harus segera dikenali, segera dievakuasi, dan segera mendapatkan penanganan yang tepat. Bahkan, response time ambulans PSC 119 Kota Mataram dijaga di bawah 10 menit.

Sekitar 2.432 kader  telah dilatih melalui program Fast Kader untuk mengenali tanda awal stroke dan mengarahkan masyarakat pada layanan yang tepat. Mereka menjadi mata dan telinga pertama sistem kesehatan di tengah masyarakat.

“Inilah gong-nya. Berkat dukungan Ibu Wali Kota Mataram sebagai Ketua TP PKK, ada sekitar 2.432 kader yang memiliki peran strategis di masyarakat dilatih dalam program Fast Kader untuk mengenali tanda awal serangan stroke. Kesiapsiagaan warga dan kader inilah yang membawa Kota Mataram meraih penghargaan internasional ini,” ujar dr. Eka.

Team Leader Angels Initiative, Jidin Abdullah, menyebut masih terdapat dua persoalan besar dalam penanganan stroke: keterlambatan pasien tiba di rumah sakit dan kesalahan memilih fasilitas rujukan. Karena itu, Angels Region dibangun melalui tiga pilar: masyarakat sadar stroke, ambulans siaga stroke, dan rumah sakit siaga stroke.

Bagi Wali Kota, capaian ini sekaligus menunjukkan bahwa kualitas pelayanan publik tidak berhenti pada gedung dan fasilitas. Ia hidup dari keberanian berinovasi dan kemampuan menggerakkan seluruh unsur agar bekerja dalam satu arah.  “Rumah sakit ini adalah etalase pelayanan Kota Mataram. Jika pelayanannya bagus, tanggap, dan memiliki keunggulan yang diakui dunia, tentu ini memberikan dampak positif yang luas terhadap kinerja dan pelayanan pemerintah kita kepada masyarakat,” tegasnya.

Kini, penghargaan itu bukan garis akhir. Ia justru menjadi pengingat bahwa di balik setiap detik dalam golden period, ada harapan seseorang untuk kembali pulang, kembali berkarya, dan kembali menjalani hidupnya tanpa kehilangan bagian penting dari kehidupannya.  Di situlah makna sesungguhnya Mataram Siaga Stroke,  ketika sebuah kota memilih untuk tidak membiarkan waktu mengalahkan kehidupan. (mtr16/r01).

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *