Pengabdian Masyarakat Prodi Sosiologi Unram di Desa Pelangan, Sosialisasi Aksi Merespon Dini Bencana Banjir

 

Mataram, flashlombok.com – Tim pengabdian Prodi Sosiologi Universitas Mataram melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan thema Membangun Ketangguhan Masyarakat Desa Pelangan, Sosialisasi “Aksi Merespon Peringatan Dini” (AMPD) Bencana Banjir.

Tim ini diketuai oleh Maya Atri Komalasari, S.Sos, M.A dan anggota yang terdiri dari : Prof. Dr. Ir. Lalu Wiresapta Karyadi, M.Si, Azhari Evendi, S.Sos.,MA, Yogi Agustiawan, Maulina Dwiansyah.

Ketua Tim Maya Atri Komalasari, S.Sos, M.A menjelaskan kegiatan tersebut dilatarbelakangi karena bencana banjir menjadi ancaman nyata disana, bahkan pada awal tahun dan akhir tahun 2025, Desa Pelangan mengalami dan terdampak bencana banjir.

Kegiatan ini yang dipusatkan di aula kantor Desa Pelangan, dengan peserta  warga setempat dan kepala dusun yang terdampak banjir. ‘’Peserta melibatkan ibu-ibu dan lansia perempuan sebagai representasi kelompok rentan,’’ jelas Maya.

Sosialisasi diawali dengan pemberian pre test  terkait mitigasi bencana banjir, peringatan dini bencana banjir (trigger dan threshold) serta urgensi dan manfaat AMPD bencana banjir.

Saat  membuka sosialisasi, Sekertaris Desa (Sekdes) Pelangan Suhaili, S.Sos.   menerima dengan terbuka tim pengabdian bersama mahasiswa terkait pengetahuan, pelatihan yang akan disampaikan oleh tim pengabdian.

Ia berharap agar para peserta dapat memperhatikan dengan baik sehingga mendapatkan manfaat dari kegiatan yang dilaksanakan.

Dalam kegiatan ini dilakukan juga pelatihan terkait penggunaan aplikasi-aplikasi yang dapat digunakan dalam sistem peringatan dini seperti Info BMKG dan InaRISK BNPB.

Saat pelatihan aplikasi Info BMKG, para peserta mencoba langsung dengan mendownload aplikasi dan selanjutnya mencoba fitur-fitur yang ada didalamnya terutama membuka notifikasi peringatan dini bencana yang secara realtime.

Untuk aplikasi InaRISK BNPB diujicobakan di versi website. Tim pengabdian mendemontrasikan penggunaan aplikasi tersebut untuk melihat bahaya, kerentanan bencana banjir di Desa Pelangan. Para peserta begitu antusias untuk mecoba dua aplikasi tersebut.

Sementara itu Ketua tim pengabdian, Maya memberikan materi mengenai pengertian umum mitigasi bencana banjir, contoh mitigasi fisik dan non fisik yang bisa dilakukan oleh masyarakat.

Dijelaskan pula salah satu bentuk motigasi non fisik yang perlu dilakukan oleh masyarakat yakni menyiapkan tas siaga bencana khususnya yang kedap air (dry bag).

‘’Tas tersebut sangat berguna terutama dalam mengamankan dokumen-dokumen penting jika terjadi bencana banjir tiba-tiba sehingga kerugian karena dokumen yang hilang /rusak bisa diminimalisir,’’ jelasnya.

Pada sesi tanya jawab, terdapat beberapa peserta yang sekaligus warga Desa Pelangan memberikan tanggapan serta aspirasi terkait mitigasi kebencanaan. ‘’Mereka menyambut baik berbagai pengetahuan, teori-teori yang dapat mereka terapkan dalam rangka mitigasi bencana banjir,’’ ujarnya.

Berbagai kendala disampaikan salah seorang warga, Nyoman Lunas menyebutkan bahwa warga hanya bisa pasrah ketika menghadapi bencana, karena  selama ini belum ada anggaran atau dana untuk mitigasi bencana.

Warga lainnya, Ahmad Zainudin mengungkapkan bahwa selama ini belum  ada upaya penghijauan di daerah sekitar aliran air sungai membuat upaya mitigasi banjir belum maksimal.

‘’Hasil diskusi juga menginformasikan bahwa masih kurangnya alat atau media untuk peringatan dini bencana banjir yakni sirine. Desa Pelangan belum memiliki sirine sebagai media peringatan dini (early warning system),’’ jelasnya.

Kegiatan diakhiri dengan pemberian post test pada para peserta. Post test dilakukan untuk menilai adanya perubahan setelah pemberian materi sosialisasi dan pelatihan yang dilakukan oleh tim pengabdian. (unr16/r01).

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *