Interaksi dan Aksi: Memahat Integritas, Membangun Karakter Latsar CPNS di Kawah Candradimuka

Interaksi dan Aksi: Memahat Integritas, Membangun Karakter Latsar CPNS di Kawah Candradimuka
Oleh: Abdul Manan, S.Sos., MH.
(Widyaiswara BPSDMD Provinsi NTB)
Menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di era modern bukan sekadar urusan meraih kepastian karier atau mengenakan seragam kebanggaan. Di balik atribut tersebut, terdapat tanggung jawab moral yang besar untuk bertransformasi menjadi pelayan publik yang berintegritas. Proses metamorfosis ini bermula dari sebuah fase krusial yang kita kenal sebagai Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS sebuah masa prajabatan terintegrasi yang dirancang khusus untuk membangun fondasi kejujuran, moralitas, dan profesionalisme.
Landasan Konstitusional: Fondasi Kokoh Pelayan Bangsa
Pelaksanaan Latsar CPNS bukanlah sekadar rutinitas birokrasi, melainkan mandat konstitusional yang memiliki pijakan hukum sangat kuat. Secara fundamental, proses ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menekankan pentingnya pengembangan kompetensi berbasis nilai dasar.
Selaras dengan itu, Peraturan LAN Nomor 10 Tahun 2021 menegaskan bahwa kompetensi yang dikembangkan dalam Latsar berfokus pada pembentukan karakter PNS yang profesional sesuai bidang tugasnya. Kurikulum ini dirancang agar peserta tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga mampu memahami visi, misi, dan nilai-nilai organisasi sebagai pelayan masyarakat yang akuntabel.
Interaksi dan Aksi: Jembatan dari Digital ke Klasikal
Metode pembelajaran Latsar kini telah berevolusi menjadi Blended Learning. Setelah melewati fase e-learning (Zoom) yang intens dan masa aktualisasi mandiri selama 40 hari di unit kerja (off-campus), sebanyak 160 peserta Latsar Kabupaten Sumbawa yang terbagi dalam empat angkatan akhirnya memasuki fase Klasikal (tatap muka).
Bagi Angkatan III, transisi dari layar monitor ke interaksi fisik (tatap muka) membawa antusiasme yang luar biasa. Di ruang-ruang kelas inilah “Interaksi dan Aksi” yang sesungguhnya terjadi. Materi Agenda 1 dibedah dan didiskusikan secara mendalam, meliputi:
- Wawasan Kebangsaan dan Nilai Bela Negara: Memperkuat rasa memiliki terhadap tanah air.
- Sikap Perilaku Bela Negara: Mengimplementasikan cinta tanah air dalam tindakan nyata.
- Analisis Isu Kontemporer: Menajamkan kepekaan terhadap tantangan bangsa saat ini.
- Materi Tambahan: Pengelolaan Konflik Kepentingan.
Materi konflik kepentingan ini menjadi sangat krusial karena merujuk pada Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 17 Tahun 2024. Penekanan materi ini bertujuan agar peserta memiliki sensitivitas etika dalam mendeteksi situasi di mana kepentingan pribadi dapat memengaruhi objektivitas tugas negara. Integritas dibangun sejak dini dengan memahami batasan-batasan profesionalisme.
Dinamika Kolaborasi: Sinergi Tim Teaching dan Semangat Gen Z
Dalam proses pembelajaran ini, bersama Pak Kidi bertindak sebagai team teaching. Sebagai Widyaiswara senior, Pak Kidi membawa suasana kelas menjadi sangat hidup dengan gaya humornya yang khas namun tetap sarat akan nilai-nilai pembelajaran yang substantif.
Tantangan menarik muncul ketika para peserta, yang mayoritas adalah tenaga kesehatan dan tenaga teknis dari generasi Gen Z, menyampaikan realitas tantangan yang mereka temukan di lapangan. Diskusi menjadi sangat dinamis; kami tidak hanya membedah teori, tetapi juga melakukan simulasi hingga pembuatan video kreatif sebagai bentuk internalisasi nilai. Di sela-sela padatnya jadwal, sesi ice breaking dan lagu-lagu penyemangat Agenda 1 menjadi energi tambahan yang menjaga api semangat tetap menyala di ruang kelas.
Refleksi Spiritual: Api Semangat Bela Negara (ASBN)
Sebagai puncak penguatan Agenda 1, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi Api Semangat Bela Negara (ASBN) yang dilaksanakan dengan penuh kekhidmatan. Kegiatan ini dipandu langsung oleh pelatih dari TNI AL bersama tim Widyaiswara pengampu Agenda 1, yaitu:
- DR. H. Muslihin, S. Pd. M. Pd.
- Ir. Faris Ikhsan, M. Si.
- Ir. H. Maulana Razak. M. Si.
- Kidi Abdullah, M. Pd.
- Ir. H. Suhaeli, M. Si.
- Haeli, SE., M. Ak.
- Aula Sakinah, S.Hut., M. Forest.
- Serta saya sendiri, Abdul Manan, S.Sos., MH., yang pada kesempatan ini dipercaya sebagai Pembina ASBN.
Momen ASBN menjadi puncak emosional di mana para peserta terhanyut dalam ketulusan cinta tanah air. Sebagai pembina, saya menitipkan pesan mendalam: “Tanamkan terus semangat api bela negara dalam sanubari kalian. Tingkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan moral, dan utamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan.” Prosesi ditutup dengan teriakan lantang yang menggetarkan aula: BELA NEGARA! BELA NEGARA! BELA NEGARA! yang diikuti secara serempak oleh seluruh peserta penuh haru.
Penutup: Menjaga Integritas Sebagai Harga Mati
Perjalanan sebagai Aparatur Sipil Negara masih sangat panjang bagi adik-adik peserta Latsar. Jabatan dan penugasan boleh berganti, namun satu hal yang harus tetap permanen adalah nilai-nilai integritas, sebuah kesesuaian yang mutlak antara ucapan, sikap, dan perilaku dengan perbuatan nyata.
Semoga Latsar ini memberikan bekas yang mendalam dan menjadi fondasi kokoh yang menguatkan karakter kalian sebagai abdi negara yang profesional dan berdedikasi. Sampai jumpa di jenjang diklat berikutnya. Pegang teguh Integritas, dan NKRI Harga Mati!
“Pada akhirnya, Latsar bukan sekadar tentang selembar sertifikat kelulusan. Ia adalah tentang api semangat yang tetap menyala saat badai pragmatisme menerpa. Ia hadir tentang kejujuran yang tetap tegak meski tidak ada mata yang melihat. Selamat mengabdi, biarlah integritas menjadi satu-satunya kompas yang menuntun langkah kalian di kawah pengabdian.” (*)
