Pameran Khazanah Ramadhan Targetkan Seribu Pengunjung Tiap Hari

Mataram, flashlombok.com – Pameran Khazanah Ramadhan yang digelar Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) mentargetkan seribu orang pengunjung setiap harinya.

Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Pameran Khazanah Ramadhan,  sebuah pameran tahunan yang menampilkan keberagaman budaya dan seni Islam, di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center, Kota Mataram, Jumat (7/3/25).

Khazanah Ramadhan yang bertajuk ‘Seni Islam dalam Warisan Budaya NTB’, menampilkan 52 koleksi  dengan menyajikan enam sub tema, Penyebaran Agama Islam di NTB, Keindahan dan Kekuatan Kaligrafi Islam, Ragam Hias dan Budaya Islam, Sastra Islam dalam Naskah Kuno, Nuansa Islam dalam Seni Musik NTB, dan Seni Arsitektur Islam dalam Peradaban.

Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam optimis target pengunjung sebanyak seribu orang setiap harinya itu akan tercapai, karena sebelum digelarnya pameran ini, pihaknyan juga sudah bersurat ke dinas pendidikan kota mataram dan kantor departemen agama kota mataram.

‘’Jadi masyarakat bisa melihat, terutama pelajar, bagaimana generasi ini dan kita men-display ini kan juga sesuatu yang bagus-bagus. Dan yang dipamerkan ini  berbeda dari tahun lalu yang display-nya . Dan kita juga banyak informatif yang kita berikan,’’ jelasnya.

Pameran ini digelar mulai 7 Maret hingga 15 Maret, dibuka mulai pukul 12.00 wita – 18.00 wita. ‘’ Kita memang menjaring orang yang melakukan ibadah di Masjid Islamic Center atau orang yang sedang menunggu berbuka puasa,’’ jelasnya.

Ditambahkan, yang menarik dari semua koleksi yang bisa dilihat atau yang ditonjolkan, diantaranya Cipucila. Ini merupakan babat lombok, cipucila sama peti zahra, peti yang digunakan waktu orang berhaji sekitar tahun 50-an.

‘’Dilengkapi ada video tentang perjalanan haji yang dibuat oleh Museum Tropen yang diputar juga di pameran internasional. Jadi film tentang perjalanan haji tertua itu berasal dari Hindia Belanda, dari Indonesia, pada tahun 1928. Dan salah satu yang digunakan untuk berhaji ya ini, peti zahra nya. Jadi kita menggabungkan dengan kisah yang ada disana supaya itu menjadi kekuatan daya tarik tersendiri,’’ jelasnya.

Selain cipusila, ditampilkan juga berbagai koleksi bersejarah, termasuk manuskrip Al-Qur’an kuno, Babad Lombok, Kitab Mujarobat, Kain Subahnala, Kere Alang, dan Tembe Songke serta benda-benda peninggalan yang berperan dalam penyebaran Islam, membuat Pameran ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi budaya, tetapi juga refleksi nilai-nilai spiritualitas yang melekat dalam kehidupan masyarakat NTB.

Salah seorang pengunjung pameran, Nurul Haromain mengaku kagum dengan koleksi yang dipajang. ‘’Bagus dan menarik untuk mengenal kebudayaan khususnya di Lombok, perkembangan Islam di Lombok. Banyak yang belum bagaimana pertama kali beduk, kubah, bagaimana perkembangan dari kehidupan masyarakat pada saat Islam pertama di Lombok,’’jelasnya sambil menyaksikan koleksi yang dipamerkan.

Setelah melihat pameran ini, secara nilai kalau nilai historis sangat bermanfaat, dan harus dilestarikan, dikembangkan, bahkan kalau dalam konteks pariwisata, pengembangan wisata ini sangat menarik dilihat oleh orang-orang luar. (mtr07/r01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *