Maksimalkan Perlindungan PMI, Menteri P2MI Gelar Rakor Bersama Penjabat  Gubernur NTB

Mataram, flashlombok.com –  Penjabat  Gubernur NTB Hassanudin  mengatakan, besarnya animo masyarakat NTB untuk menjadi PMI menjadi atensi khusus Pemprov NTB. Oleh karena itu, Pemprov memberikan dan melindungi hak-hak PMI melalui penguatan keterampilan, sosialisasi, pembentukan tim pencegahan PMI non prosedural dan perlindungan PMI, membuka kembali sistem penempatan satu kanal khusus Arab Saudi, serta membentuk pusat informasi di desa kantong-kantong PMI dengan melibatkan posyandu keluarga.

“Saya bahagia dan berterima kasih, karena pemerintah pusat melalui Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia sangat atensi terhadap persoalan ini,” katanya dalam  rapat koordinasi bersama Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI)/Kepala BP2MI, Abdul Kadir Karding yang dipimpin langsung oleh Penjabat  Gubernur NTB Hassanudin, di Mataram, Rabu (11/12/2024).

 Provinsi NTB menjadi daerah penyalur Pekerja Migran Indonesia (PMI) kelima terbesar di Indonesia. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi NTB terus berikhtiar untuk memberikan perlindungan dan peningkatan keterampilan maksimal kepada para pahlawan devisa negara yang dikirimkannya.

Rapat tersebut juga  dihadiri perwakikan Forkopimda dan jajaran Pemerintah Provinsi NTB serta pihak-pihak terkait  untuk koordinasi dan mematangkan tata kelola PMI, dari hulu ke hilir yang fokus pada kualitas pelindungan PMI dan memaksimalkan penempatan PMI terampil.

Hassanudin berharap kasus eksploitasi, human trafficking, dan TPPO akan berkurang atau dicegah, sehingga NTB dapat mengirimkan para PMI dengan aman dan nyaman.

Menteri P2MI Abdul Kadir Karding mengatakan rapat koordinasi ini penting digelar karena Provinsi  NTB termasuk provinsi dengan pengirim PMI nomor 5 seluruh Indonesia . Selain itu, Rakor ini digelar juga untuk  menyambut momen migran day yang jatuh pada tangga 18 nanti.

“Kehadiran saya untuk menyampaikan dan memperkenalkan kementrian baru ini dan membangun koordinasi dengan daerah tentang apa yang bisa kita lakukan untuk membangun ekosistem pengiriman PMI ke luar negeri dengan jaminan aman, nyaman, dan terlindungi. Intinya berangkat migran pulang juragan,”  pungkasnya. (r01/dk11).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *