Reaksi Kepala Negara Dunia Atas Serangan Iran ke Israel

Jakarta, flashlombok.com – Serangan Iran ke wilayah Israel pada Sabtu malam (13/4/2024) waktu setempat, memicu reaksi sejumlah kepala negara di dunia.

Mengutip Al Jazeera, mayoritas kepala negara lebih mengkhawatirkan situasi lanjutan di Timur Tengah bilamana eskalasi konflik meluas sehingga menimbulkan perang baru.

Pemerintah China melalui Juru Bicara Kementerian Luar Negeri mengatakan, bahwa pihaknya meminta semua yang terlibat dalam konflik di Timur Tengah menahan diri.

“China meminta pihak-pihak terkait untuk tetap tenang dan menahan diri untuk menghindari eskalasi ketegangan lebih lanjut,” ujar juru bicara dalam situs web resmi pemerintah China, Minggu (14/4/2024). 

China lebih menekankan bahwa meredam konflik tersebut merupakan “prioritas utama”, daripada saling unjuk kekuatan di wilayah tersebut.

Berbeda dengan China,  Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan dalam keterangan resminya di Ottawa,  bahwa Kanada mengutuk serangan udara Iran. Trudeau juga menegaskan baha posisi Kanada adalah bersama Israel.

“Kami berdiri bersama Israel,” kata Trudeau di depan wartawan, Minggu (14/4/2024) sebagaimana dilansir Al Jazeera.

Sementara, Presiden Brasil Javier Milei juga mendukung Israel untuk mempertahankan diri dari serangan Iran.  Javier mengatakan bahwa Brasil menegakkan solidaritas dan komitmen yang tak tergoyahkan unutk Israel.

Negara Amerika Latin lainnya, Argentina juga mendukung penuh Israel dalam konflik ini. Kementerian Luar Argentina menyatakan bahwa negara tersebut dengan tegas mendukung Israel.

“Kami mendukung Israel dalam mempertahankan kedaulatannya, terutama terhadap rezim-rezim yang mempromosikan teror,” kata pejabat kemenlu Argentina.

Dari negara Timur Tengah, Mesir telah menyatakan sikap bahwa negara tersebut prihatin atas situasi yang terjadi.

Kementerian Luar Negeri Mesir menyatakan “keprihatinan yang mendalam” atas eskalasi permusuhan dan menyerukan seluruh negara yang terlibat menahan diri secara total. 

Mesir juga memperingatkan bahwa konflik di Timur Tengah dapat meluas jika tidak tertangani dengan baik. Menurut pemerintah Mesir, meluasnya konflik adalah yang tidak diinginkan oleh negara manapun.

Karenanya Mesir berjanji akan turun langsung melobi negara-negara terkait untuk mencoba mengendalikan situasi.

Sementara negara barat lainnya, yakni Prancis juga telah mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam serangan Iran. 

Menurut  Menteri Luar Negeri Stephane Sejourne, tindakan Iran  ini merupakan langkah destabilisasi kawasan Timur Tengah.

“Iran telah mengambil langkah destabilisasi kawasan dan memancing eskalasi militer di wilayah tersebut” kata Stephane, Minggu (14/4/2024).

Sementara Kanselir Jerman Olaf Scholz menyatakan Jerman lebih fokus melakukan segala sesuatu untuk mencegah eskalasi lebih lanjut di Timur Tengah.

“Kami hanya bisa memperingatkan Iran secara khusus. Adalah baik bahwa Israel, bersama dengan mitra-mitranya, sebagian besar telah menangkis serangan ini,” katanya dalam sebuah pernyataan di platform media sosial X.

Sedangkan Perdana Menteri Yordania Bisher Khasawneh mengatakan, pemerintah Kerajaan Yordania dalam posisi memberi peringatan kepada seluruh negara di Kawasan Timur Tengah.

Degan tidak menyebut Iran, pemerintah Yordania mengatakan bahwa semua tindakan militer di Timur Tengah sekecil apapun, dapat meningkatkan eskalasi kawasan.

“Setiap eskalasi di wilayah tersebut akan mengarah pada “jalan yang berbahaya”. Karenanya mengurangi eskalasi di kawasan itu menjadi kebutuhan utama saat ini,” kata Bisher.

Di sisi lain, Yordania juga telah mempersiapkan kekuatan militernya bilamana konflik Iran-Palestina dapat membahayakan kedaulatan dan keamanan kerajaan.(jk01/vr15).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *