PPP Menduga Ada Penggembosan Suara Pileg 2024

Jakarta, flashlombok.com – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menduga ada penggembosan suara sehingga partai tersebut tidak lolos ambang batas parleman 4%.

Dalam keterangan resmi yang diterima Vibrasi.co, Kamis (21/3/2024), DPP PPP menyebut ada perbedaan angka yang cukup signifikan antara hasil pleno dengan data internal partai.

“Bahwa dari pembandingan di beberapa dapil, kami mendapatkan perbedaan angka yang cukup signifikan dengan total perolehan nasional di layar pleno KPU. Berdasarkan data yang kami miliki, perolehan suara PPP jauh melampaui ambang batas parlemen (PT) 4%,” ujar Ketua Majelis Pertimbangan PPP,  M. Romahurmuziy. 

Dugaan penggembosan suara tersebut menurut Rommy terjadi setelah pencoblosan. Karenanya, berdasarkan rapat pimpinan DPP PPP, partai tersebut bakal menyiapkan langkah-langkah gugatan ke Bawaslu dan MK.

“Dalam rangka mengembalikan suara PPP yang digembosi di beberapa dapil yang justru setelah terjadinya coblosan,” ujar Rommy.

Menurut Rommy, PPP tetap menghormati hasil kerja seluruh unsur penyelenggara pemilu di semua tingkatan. Namun demikian, DPP sudah diminta menarik seluruh saksi PPP di KPU dan tidak menandatangani hasil pleno KPU. Serta menolak hasil pleno rekapitulasi tingkat nasional yang digelar KPU.

Terkait langkah-langkah partai, Rommy memohon dukungan dan doa kepada seluruh rakyat Indonesia.

“Mohon doa, agar perjuangan kami untuk mendapatkan keadilan, diberikan kemudahan dan bimbingan Allah SWT,” pungkasnya. 

Sebelumnya, berdasarkan, hasil rekapitulasi tingkat nasional KPU di 38 provinsi dan 128 wilayah luar negeri, PPP memperoleh 5.878.777 suara. 

Dengan angka perolehan itu, maka presentase suara PPP adalah 3,87% berbanding jumlah suara sah Pileg DPR RI 2024 di yang mencapai 151.796.630 suara.  (jk01/vr21).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *