Wakil Walikota TGH Mujiburrahman Apresiasi Masyarakat Yang Hadir Di STQH

Mataram, flashlombok.com – Wakil Walikota Mataram, TGH Mujiburrahman, mengapresiasi masyarakat kota mataram pada khususnya dan nusa tenggara barat pada umumnya yang begitu antusias mengikuti STQH, baik yang datang langsung menyaksikan ke masing-masing lokasi majelis tempat pelaksanaan, maupun yang menonton melalui live streaming yang disiapkan panitia.

Dijelaskan hasil pantaunnya dalam beberapa hari pelaksanaan, sangat luar biasa, jadwal STQ sangat ditunggu masyarakat, sehingga mereka bisa menyaksikan langsung setiap hari STQ yang sedang berlangsung itu.

‘’Kita bersukur secara umum  antusias masyarakat begitu tinggi, karena sebelumnya  memang disosialisasikan juga lewat majelis taklim yang ada di kota mataram khususnya. Ini menandakan  setiap kegiatan keagamaan, khusunya masyarakat sangat antusias,’’ katanya disela-sela memantau pelaksanaan STQH, Rabu 21 Juni..

Ditambahkan Wakil Walikota, demikian  juga antusias peserta dinilainya sangat antusias untuk mengikuti STQ ini, karena juga didukung oleh sound system  yang bagus dan live streaming, sehingga mereka bisa mengontrol  penampilannya itu, setelah selesai mengikuti lomba, dan mengathui langsung dimana plus minus dari penampilannya saat mengikuti lomba.

Wakil Wali Kota berharap, kepada generasi muda di mataram, STQH ini dihajatkan sebagai suatu sarana untuk memotivasi warga, terutama kaum muslimin muslimat, agar lebih besar minatnya mempelajari terhadap al quran dan hadist.

‘’Tenyata menghafal al quran itu bisa, kalau mereka bisa kenapa saya tidak bisa. Di STQH ini menjadi bukti, jadi ternyata al qur’an itu bisa dihafal, al qur an itu bisa dipelajari, sehinga bisa ditafsirkan, demikian juga dengan hadist.  Sehingga masyarakat tidak menganggap untuk menghafal al quran dan hadis merupakan perkara yang berat,’’ tandasnya seraya menambahkan STQH ini untuk memotivasi agar lebih dekat dengan al qur’an, lebih dekat dengan hadist.

Wakil Walikota optimis, dengan STQH ini, pertama generasi muda ini tumbuh minatnya secara mandiri, contoh kecil saja,  untuk empat lingkungan di sekarbela, lebih dari 120 yang bergelut dalam tafsir al qur’an, dan mereka sudah banyak yang 30 juz.

‘’Terhadap generasi muda seperti ini, tugas kita sebagai pemerintah dan tokoh masyarakat dan tokoh agama, mempersiapkan panggung untuk mereka , untuk menimplimentasikannya nanti apa yang sedang mereka pelajari itu,’’ jelasnya..

Ditambahkan Wakil Walikota, kalau  tidak ada panggung untuk mengimplimentasikannya, bisa saja hapalan itu akan hilang secara perlahan. Karena itu, selain dengan STQH, perlu juga ada pondok-pondok pesantrean tahfiz al qur’an menjadi panggung mereka dan mereka bisa berkegiatan di tempat itu juga secara rutin. (KM21/RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *